SEUOL MATE

SEUOL MATE
BAB 11 : Ucapan Selamat Tinggal Sebelum Berangkat


2 Minggu kemudian.....


Ini adalah saat menggetarkan hati dan jiwa Hanna karena dia akan berangkat ke Korea dengan menggunakan pesawat terbang, baginya pesawat adalah hal yang paling menakutkan tapi dia harus mencoba menaikinya hari ini hanya karena demi saudara kembarnya itu.


Hanna berpenampilan casual namun terlihat indah jika ditatap, dia memakai segala pakaian yang bermerek Gucci.



Karena perkiraan google sekarang Korea lagi penghujung musim gugur, jadi Hanna memilih baju yang nyaman untuk dipakai.


Bibi masuk ke kamar Hanna sekejap bibi dibuat terpakau oleh penampilan Hanna yang sangat cantik.


"Non keliatan sangat cantik " ucap bibi sembari melihat penampilan Hanna.


"Mmm bibi ngapain kekamar aku "


"Ya ampun bibi sampe lupa tujuan bibi kesini itu buat ngasih tau kalau nyonya mau ketemu non dikamarnya ada yang perlu dibicaraiin sebelum non pergi "


"Oh yaudah kalau gitu Hanna kekamar mama dulu ya bibi siapin sarapan aja "


"Baik non bibi permisi dulu "


Setelah bibi memberi tahu Hanna untuk menemui mama, Hanna langsung bergegas kekamar mama.


Tok, tok, tok


"Masuk aja sayang " ucap mama sambil merapikan pakaian yang dia kenakan.


"Lho mama kok rapi banget? Bukannya Hanna yah yang mau pergi " Tanya Hanna heran kenapa mamanya serapi itu.


"Sebenarnya hari ini mama juga mau pergi ke kantor soalnya ada urusan penting yang harus segera mama selesaikan, jadi mama gak bisa nganterin kamu ke bandara, mama nyuruh bibi aja yang anterin kamu nggak papa kan sayang? "


"Nggak papa kok ma, tapi kok mama udah mau kerja sih harusnya kan mama istirahat aja dulu, urusan kantor kan bisa diurus sama sekretaris mama "


"Sekretaris mama nggak bisa nanganin untuk urusan mama saat ini makanya mama yang harus ikut campur tangan "


"Ya udah terserah mama aja mau lakuin apapun Hanna gak bakal larang mama lagi kok Hanna cuma ingin bilang sama mama kalau mama harus jaga kesehatan "


"Iya sayang mama akan jaga kesehatan mama kok selama kamu nggak ada dirumah " Jawab mama sambil memeluk Hanna dengan sangat erat karena pelukan itu akan menjadi pelukan terakhir Hanna sebelum dia pergi ke Korea.


"Yaudah ayo ma, kita kemeja makan untuk makan malam, sebelum Hanna terlambat ke bandara " ucap Hanna mengakhiri pelukan hangat dari mamanya


"Ya udah sayang ayo " Jawab mama sambil mengambil tasnya, lalu mereka berdua berjalan menuju meja makan.


Sesampai di meja makan Hanna dan mama heran melihat makanan yang begitu banyak dimeja sudah tertata rapi, Hanna menghampiri meja lalu duduk.


"Hanna kadang heran deh sama bibi, kalau Hanna sama mama ada dirumah bibi masak sedikit sedangkan kalau Hanna ataupun mama ingin bepergian bibi malah masak makanan yang banyak "


"Bibi nyiapin makanan sebanyak ini itu supaya non Hanna bisa makan masakan bibi dengan puas sebelum non pergi "


"Tapikan bukan sebanyak ini juga, kalau ini mah kebanyakan bi Hanna gak mungkin bisa ngehabisin makanan ini "


"Ya bibi pikir non bisa ngehabisin semua makanan yang bibi masak untuk non "


"Kalau Hanna makan sebanyak ini bisa-bisa Hanna mau bab nanti bi kan bibi tau di pesawat itu nggak ada air "


"Iya juga ya non, kalau gitu non Hanna makan secukupnya aja terus sisanya bibi nanti kasih ke tetangga "


Sepanjang makan malam tidak ada yang berbicara satu kata pun mereka semua menikmati masakan bibi yang luar biasa enaknya, setelah menyelesaikan sarapan Hanna langsung memesan taksi untuk mengantarnya ke bandara lalu ia mengambil kopernya, tak lupa dia pun mengambil buku diary milik Hanni karena baginya itu akan menjadi petunjuk selama dia di Korea, Hanna mendorong kopernya sampai didepan rumahnya.


"Sayang maaf yah mama harus segera pergi soalnya urusannya mepet banget "


"Yaudah ma, hati-hati "


Hanna heran melihat mamanya yang katanya sudah ingin pergi tapi belum bergerak sama sekali dari tempat.


"Katanya mama udah mau pergi kok masih diam sih disini " tanya Hanna.


"Ini mama lagi nungguin supir taksi pribadi mama, kamu kan bilang sama mama harus jaga kesehatan makanya mama milih untuk di supirin aja "


Hanna tersenyum menatap mamanya yang mau mendengarkan apa yang dia katakan untuk kesehatan dirinya.


"Itu dia udah sampai " ucap mama sembari menunjuk laki-laki paruh baya yang sudah berjalan kearah mama dan Hanna.


"Assalamualaikum bu maaf saya telat" ucap laki-laki itu sembari tersenyum.


"Waalaikum salam Iya gak papa kok pak, lain kali bapak gak boleh telat lagi yah "


"Baik Bu " ucap laki-laki itu sambil memberi hormat pada mama.


"Kalau boleh tau nama bapak siapa yah?" tanya Hanna penasaran.


"Nama bapak Asep non, bapak yang akan menjadi supir pribadi Bu Lidya "


Yah nama mama Hanna adalah Bu Lidya sedangkan nama bibinya Ani.


Taksi yang Hanna pesan sudah sampai didepan rumahnya, dia pun menyuruh pak Asep untuk membantu mengangkat barang-barangnya naik ke taksi tersebut.


Setelah barangnya dipindahkan, Hanna tidak langsung naik ke taksi melainkan menghampiri pak Asep.


"Lho kok non belum pergi? "


"Pak saya ingin titip mama ke bapak tolong yah jagain mama, walaupun Hanna belum terlalu kenal sama bapak tapi Hanna yakin bapak adalah orang baik, tolong jaga amanah Hanna yah pak "


"Baik non bapak janji bakal ngelakuin apa aja yang penting ibu non dalam keadaan aman, bapak merasa sangat beruntung bisa mendapat kepercayaan dari orang yang sangat baik yaitu non Hanna "


"Kalau gitu Hanna permisi dulu yah pak "


"Iya non juga jaga kesehatan disana "


"Iya pak, ma Hanna pergi dulu yah mama harus ingat kata-kata Hanna untuk mama" ucap Hanna sambil memeluk mamanya begitu juga sebaliknya.


"Non kita gak boleh lama-lama disini takutnya nanti non bisa terlambat "


"Yang dibilang bibi itu benar sayang, kamu harus pergi sekarang sebelum kamu terlambat " ucap mama kepada Hanna.


"Aku pergi dulu yah ma, assalamualaikum"


Begitu Hanna sudah mengucapkan kata selamat tinggal untuk mamanya yang sangat ia cintai itu dia langsung masuk kedalam taksi lalu supir taksi melajukan mobilnya ke bandara.


Sepanjang perjalanan Hanna cuma fokus menatap hpnya sedangkan bibi dia hanya terdiam sembari menatap jalanan.