SEUOL MATE

SEUOL MATE
BAB 1 : Penyakit Hanni


Dua orang yang saling terikat oleh benang merah bernama takdir. Sekusut apapun benang itu pada akhirnya akan terurai dan mempertemukan keduanya. Dan disini, dikota Seoul, benang merah akan membawamu pada takdirmu. Pada soulmate - mu


"Siang suster. Saya mau jenguk Hanni, pasien dikamar 205 "


"Siang, silahkan tulis nama daftar pengunjung disini ya "


Hanna


Dia adalah kembarannya Hanni dia adalah gadis yang sangat cantik dan juga dia gadis yang sangat baik dia rela mengurus kembarannya itu dirumah sakit sendirian, dia sangat menyayangi saudara kembarannya itu



"Jadwal periksa visit hari ini jam berapa?"


"Kalau boleh tau, hubungan Mbak Hanna dengan pasien apa, ya ? "


"Maaf kalau saya banyak tanya. saya suster baru disini "


"Gak apa-apa, Sus. saya kembarannya "


"Oh, kembarannya toh "


"Bentar saya liat dulu jadwal dokter hari ini, Hmm....ini dia, jadwal periksa dokter untuk Hanni sekitar jam 2 siang "


"Makasih, saya permisi dulu suster "


Hanna pergi menemui Hanni diruangannya, setelah Hanna sampai dia membuka pintu kamar dan melihat Hanni sedang setengah duduk diatas tempat tidur.


"Hai kembaranku, suster bilang nanti ada jadwal periksa dokter "


"Hai juga kembaranku, Hmm... gue mencium ada kehadiran kentang goreng diruang ini "


"Ternyata sakit gak bikin Indra penciuman lo kehilangan fungsinya "


"Yang sakitkan ginjal bukan hidung gue "


"Bener juga sih "


Aroma khas makanan cepat saji seketika memenuhi kamar rawat Hanni .


"Lo tega banget bawa kentang goreng sama cheeseburger ke kamar gue! "


"Duh, maaf ya, gue emang sengaja "


"Sialan , bagi kentangnya dong..please..." Hanni menatapku sambil memelas


"Bagi kata lo? Hmm.. biar gue pikir dulu "


"Boleh, tapi album EXO lo buat gue aja "


"Enak aja, lagian buat apa minta album gue, Lo kan gak suka K-pop "


"Kalau lo gak rela bagi barang berharga lo, gue juga gak rela bagi barang berharga gue "


"Kentang goreng buat gue sama berharganya kayak album EXO lo "


"Ck, lebay banget lo "


Aku memberikan kentang itu pada Hanni


" Nih makan "


"Gitu dong! dari tadi kek gak usah banyak basa basi "


Hanni memakan kentang goreng dengan lahap seolah itu baru pertama kalinya dia makan kentang goreng tersebut.


"Ini baru bisa disebut makanan "


"Besok bawain gorengan ya, sama mie ayam kalau bisa "


"Emangnya gue mas-mas delivery ! "


tok.......,tok........,tok.......


Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Sepertinya sudah waktunya jadwal periksa untuk Hanni. Hanni buru-buru menyerahkan kentang gorengnya padaku.


"Jangan bilang-bilang dokter, yah "


"Tenang aja ! "


"Siang, Hanni gimana kabarnya hari ini? "


"Saya sih baik, ginjal saya yang nggak "


Dokter melakukan periksa rutin pada Hanni, mengambil darah dan sebagainya.


"Hanna bisa ikut saya sebentar ? "


"Ada hal yang mau saya bicarakan tentang perkembangan Hanni "


"T-tentang apa, Dok "


Dokter hanya tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan kamar Hanni dan diikuti suster lainnya.


"Tunggu, ya. Gue keluar dulu bentar "


"Santai aja "


Aku berjalan menuju ruang dokter, sesampainya didepan pintu jantungku berdegup kencang. aku punya firasat yang akan dikatakan dokter bukanlah berita baik. aku pun memberanikan diri untuk masuk keruangan dokter


"Jadi.... ada apa, Dok ? "


"Semakin hari ginjal Hanni semakin lemah, cuci darah rutin yang dilakukan tidak terlalu membantu karena kondisi Hanni cukup parah"


Kakiku mendadak lemas mendengar penjelasan dokter


"Ya Tuhan " gumam Hanna


"Tapi Hanni bisa sembuhkan Dok ? "


"Untuk kasus yang diderita, Hanni bisa sembuh walaupun tidak total "


"Kalaupun dapat donor, sepertinya Hanni harus tetap cuci darah rutin "


Aku kehilangan kata-kata dihadapan dokter


"Maafin gue, Han.. maaf karena ginjal gue gak cocok jadi donor buat lo " gumam Hanna


"Jadi kembar ternyata gak selamanya bisa saling melengkapi " gumamnya lagi