
"Lucas!" sapa Kanaka dengan satu ice cream stobery ditangannya yang hampir leleh akibat terik matahari yang terlalu panas.
"Apaan? Pasti ada maunya nih." kata Lucas membuka topi hitamnya.
"Hihihi, tau aja lo. Temenin gue ke pantai yuk! Biasalah sesi pemotetran dengan alam, oke?" cebik Kanaka dengan ice cream yang berserakan di antara bibirnya.
"Lo tuh makan ice cream sendirian! Gue 'kan juga mau, Naka! Liat tuhh, bahkan Lo makan aja masih kayak anak bayi, belepotan banget." ujar Lucas sambil membersihkan sisa ice cream di bibir Kanaka.
"Jadi gimana? Lo sibuk nggak? Temenin gue ya, please ...," ujar Kanaka dengan puppy eyes.
"Gue nolak juga Lo pasti bakal maksa! Dah hapal gue mah ama sifat Lo," cerca Lucas.
"Oke, Rabu ini jam 12.00 siang!" Kanaka berdiri dan pergi meninggalkan Lucas, masih banyak yang harus ia persiapkan.
Sontak Lucas melebarkan matanya mendengar penuturan Kanaka.
Dia pun beranjak berdiri dan mengikuti Kanaka, mencekal lengannya hingga Kanaka berhenti terpingkal ke belakang.
"Isshh, liat-liat dong! Kalo gue jatoh gimana!" sergah Kanaka kesal.
"Ya 'kan ada gue, ga mungkin jatoh! Pangeran Lucas selalu ada untuk princess Kanaka." Lucas menaik-turunkan alisnya menggoda Kanaka.
Wajah Kanaka memerah, entah karena menahan malu atau marah.
"Idih! Lo jadi pangeran? Ngaca woyy!" seru Kanaka.
"Eh bentar, gue mau bilang sesuatu deh, tapi apaan ya." gumam Lucas sembari melirik ke atas, mencoba mengingat perkataannya.
"Tuh 'kan amnesia mendadak, kebiasaan banget, Lo!"
"Oke, gue inget!"
"Hm ... Paan?"
"KE PANTAI TENGAH HARI?! LO GILA YA! PANAS, NAKA! OGAH GUE!" ujar Lucas dengan satu tarikan nafas.
Sedangkan Kanaka hanya cengo melihat Lucas berteriak di depannya.
.
.
.
.
Udara dan cuaca pantai saat ini begitu cerah se cerah hati kanaka yang masih asik memotret setiap objek yang ada di pantai tersebut.
Lucas sebagai model andalannya pun berpose begitu apik, sampai dia merasa tubuh nya kini sedikit gosong akibat paparan sinar matahari yang begitu terik dan juga dia hanya menggunakan pakain khas pantai hanya kaos oblong dan celana se lutut begitu pun kanakan . Apakah lucas protes akan hal itu?. Mau nya begitu tapi mana mungkin dia akan protes sama sosok yang sangat spesial baginya.
Angin cukup kecang menerpa tatanan rambut sebahu kanaka dan sedikit membuat berantakan. Melihat itu lucas, pun menghampiri nya dan menylipkan rambut tersebut di sisi telinga kanaka. Apakah sosok kanaka terganggu? Tentu tidak, dia sudah biasa dengan perlakuan Lucas dan malah masih asik melihat hasil jepretan nya.
Melihat kanaka yang tak mengubris perilaku Lucas. Dia pun merinisiatif mengikat sedikit dan membuat area rahang kanaka yang sedikit jenjang pun terpampang nyata di hadapan lucas.
"Thank you" ujar Kanaka.
"Your welcome bocil" respon lucas sambil menekan hidup kanaka yang sedikit mancung tersebut.
"Aahhhhhh yukei sakit tahu" rengek kanaka lalu reflek memegang hidupnya yang sudah merubah warna sedikit merah akibat ulah sang sahabat.
Tak merespon rengekan kanakan lucas pun berkata.
"hayyy bocil ke sana yukkkk" tunjuk lucas ke tengah laut dimana ada sebuah bukit kecil dan ada tempat dimana mereka bisa melepas lelah.
Melihat arah pandangan dimana tangan lucas berarah kanaka pun mengikuti arahannya. Melihat bukit di tengah laut tersebut membuat kanaka tertarik dan mengiyakan ajakan sang sahabat dengan sebuah anggukan.
"Come on bocil buruan" teriak lucas di tengah jembatan yang bergantung di lautan, saat melihat kanaka berjalan begitu lambat.
"Yukei lelah" rengek nya "Gendong" mohon kanaka yang kini malah mendudukan bokong nya di jembatan tersebut
"hey! Manja sekali ya anaknya mae ini" ujar lucas yang kini mendekati kanaka dan memberikan punggung nya agar kanaka segera naik.
"Thank you" ucap kanaka. Dan memeluk erat sedangkan lucas segera mengangkat tubuh yang sedang bertengger di badan besar nya tersebut.
"Astaga kanaka lo naik berapa ton sih, berat banget" omel lucas dengan sedikit mengejeknya.
"ihhhhh lucas" marah kanaka dan memukul tubuh lucas membuat hampir oleng, untung tidak terjatuh.
" yukei lapar" rengek kanaka.
"resek lo ya, meskipun gue suka makanan semacam sushi nggk gitu juga" kesal kanaka yang kini milih ninggalin lucas. Melihat itu lucas tersenyum puas menggoda nya.
Tak tega melihat sang sahabat menahan lapar dan hanya memainkan air laut menggunakan kaki yang bergantung lucas pun menghampiri nya dan menyodorkan semua minuman dan sosis bakar mungki sedikit bisa mengganjal Perut nya. Mau gimana lagi di bukit yang kini mereka kunjungi hanya menyediakan makana sederhana saja.
Salah siapa tadi pagi di buatin bekal sama mae malah ketinggalan kan jadi kelaparan.
"yukei gue ke kamar mandi dulu ya" pamit kanaka.
"perlu gue antar bocil" tawar lucas yang sebenarnya masih asik memakan makanan yang dia beli tadi.
"tidak perlu yukei, tapi mintak tolong jagain barang-barang gue oke" pintak kanaka dan langsung meninggalkan lucas
Sepeninggalan kanaka lucas pun membersihkan sisah makanan dan membuang sampah tersebut pada tempatnya, melihat kamera kanaka yang di tinggal lucas pun melihat lihat hasil jepretan nya yang isinya kebanyakan foto dirinya dan juga beberapa pemandangan dari hasil jepretan kanaka. Lucas tersenyum bahagia meliha hasil kanaka yang semakin hari semakin bagus, ini hobby kanaka dari salah satu hobby yang sangat kanaka tekuni.
"Ahhhhh sepertinya gue harus mengganti baju tapi........ " ujar kanaka yang kini bajunya sedikit basah akibat terkena cipratan air dari cran tersebut saat mencuci tangan nya. Karena terlalu fokus dan tak melihat jalan yang ada di depan kanaka pun tak sengaja menabrak seseorang.
Bruuuukkkkkk....
Pleeetaaakkkkk......
Sebuah camera denga merek mahal dan juga langka jatuh di tanah. Melihat itu sang pemilik pun langsung mengambil nya.
"maaf! Gu gue tidak sengaja" ujar kanaka sedikit terbatah. "gue ganti yang baru kalu......."
"tidak perlu" potong seseorang tersebut "aku rasa hanya bagian lensa nya yang retak dan aku hanya perlu mengganti bagian lensanya saja"
"tapi......." lirih kanaka.
"kamu kan nggak sengaja,Tapi lain kali hati-hati oke saat berjalan." kata orang tersebut lalu meninggalkan kanaka.
"Tunggu" ujar kanaka lalu seseorang tersebut menoleh ke arah nya.
"Gue akan tetap bertanggung jawab, dan tolong kasik kartu nama lo." pinta kanaka " Gue ada kenalan yang menjual lensa yang setipe dengan camera lo . Gue tahu mencari lensa dengan merk camera itu susah. Jadi gue mohon jangan tolak permintaan maaf gue dan juga untuk tanggung jawab" Kanaka.
"Baiklah" ucap dia dan mengambil sebuah kartu nama lalu memberikan pada kanakan.
"Terimakasih, jika lo ada waktu luang. Gue akan atar lo ke tempat itu " ujar kanaka lalu pergi meninggalkan sosok laki-laki tersebut.
"Gadis lucu" lirih nya saat melihat kepergian kanaka.
" Astaga bocil lo dari mana? " cemas lucas yang kini langsung menghampiri kanaka. " Lo nggak papa kan? Gue nyariin lo dan akhirnya mutusin buat nyusul lo " sambil mem bolak balik tubuh kanaka.
" gue nggak papa yukei" balas kanaka yang kini memegang pipi lucas dan menggoyang goyang kan " lihat kan gur baik-baik saja"
" kita pulang yukk! Sudah sore kasian mae nantik cemas" ajak lucas yang kini sudah merasa tidak khawatir karena kanaka baik-baik saja.
"oke!!" setuju kanaka
Di rumah yang tidak begitu besar sosok wanita cantik paruh baya menunggu kepulangan anaknya sedikit cemas. Karena biasa nya kanaka atau pun lucas tidak akan pulang sampai melewati jam makan malam.
Tapi ini sudah menunjukkan pukul 09:00 malam. Meskipun sebenarnya tidak terlalu malan bagi jam korea tapi ini sudah melebihi waktu biasanya mereka samping rumah. Jika terlambat pun salah satu dari mereka akan mengabarinya tapi.........
Ting nong..... Ting nong.......
Mendengar suara bel rumah, mae. Ibu dari kanaka pun bergegas membuka pintu depan.
"astaga sayang kenapa baru pu......... " ujar mae tsaat melihat sosok lucas dan kanaka. Namun perkataan nya terejada saat meliha kondisi kanaka di gendong oleh lucas.
" kenapa nggak kamu bangunkan ajan lucas" imbuh nya.
" nggak papa mae, kanaka sangat lelah. Sebaiknya lucas segera naruk kanaka dengan tubuh berat nya" mendengar keluhan tersebut mae pun mengantar kan lucas ke kamar kanakan.
"huuuffffff"
"lucas mau makan dulu sebelum pulang ? Biar mae siapkan dan lucas bersihkan badan dulu" tawar mae. Dan lucas pun enggan menolak nya.
"oke mae sayang" ucap lucas dan memeluk wanita yang di panggil mae tersebut.
Benar lucas sangat dekat dengan sosok wanita yang dia peluk saat ini. Bahkan kedekatan mereka seperti ibu dan anak.
Kini lucas pun sudah berada di rumah tepat pukul 11:00 malam dia baru sampai. Kondisi rumah sebagian sudah gelap karena penghuni rumah sudah tidur. Lucas pun langsung menuju kamar nya ynag berada di lantai dua.
"Ahhhhhh! Lelah sekali hari ini" ujar lucas sambil merebahkan tubuh nya di kasur besarnya.
Namun sebelum lucas masuk ke alam mimpi nya, Lucas bertanya tanya siapa laki-laki yang berbicara pada kanaka tadi............
Tbc