
Sebelum lanjut ceritanya jangan lupa tulis komen nya di episode sebelum nya ya..
:
:
Author Pov
Karena tak mendengar jawaban dari Hana, Alvaro memanggil nama Hana lagi.
" Hana, kamu lagi ngapain disini. " Tanya Alvaro berbasa-basi walaupun Dia udah tahu jawaban nya apa.
Hana yang sedang bergelut dengan pikiran nya sendiri pun tersadar setelah mendengar pertanyaan Alvaro.
" Hmm... Saya lagi nungguin taksi Pak. Ada apa ya Pak..?
" Hmmm... Kebetulan Saya mau pulang apa kamu mau ikut dengan Saya saja ??.. Biar Saya yang nganterin kamu..." Alvaro memberikan tawaran kepada Hana untuk mengantarkan nya pulang
Hana pun langsung menolak ajakan Alvaro secara lembut, karena merasa tidak enak dan lagian Dia sama Alvaro juga tidak saling kenal.
Lah emang saling gak kenal kok thor. Orang juga baru Alvaro doang yang tau namanya Hana, kan mereka belum kenalan. Gimana sih thor.
"Ehh gak usah Pak. Takut merepotkan Bapak, Saya pulang naik taksi saja." Ucap Hana sambil menatap orang yang ada di depannya sambil memikirkan sesuatu.
Hana kembali lagi bergelut dengan fikirannya.
"Hm.. Kenapa Orang ini ngajak Aku pulang bareng seperti orang kenal ya, padahal baru ketemu kemaren deh. Dan kenapaa juga orang ini tahu nama aku??..
Gimana sih Han, kamu lupa apa Dia itu orang penting. Jadi mudah buat mencari tahu segala sesuatu dengan harta nya yang banyak itu. Lahhh kenapa pula Dia mencari tahu tentang Aku. Jangan ke ge-er an deh Han.." Hana berperang dengan fikirannya sendiri.
Seakan tahu Apa yang difikirkan oleh Hana, Alvaro langsung menjabat tangan Hana untuk berkenalan dengannya.
Hana pun bingung kenapa Alvaro menjulurkan tangannya.
" Kenalkan Saya Alvaro Bert Graham, kamu bisa panggil Saya dengan Alvaro, tidak usah dengan embel-embel Pak. "
Terjawab sudah kebingungan Hana.
Hana juga membalas uluran tangan Alvaro.
"Hana Apricilia". Balas Hana dengan senyum cantiknya.
" Hmmm.. kalau gitu sekarang kan udah saling kenal, jadi gak papa kan saya anterin kamu pulang..?? " Tanya Alvaro pada Hana kembali.
" Gak usah Saya tungguin taksi aja, bentar lagi juga lewat kok. " Hana masih kekeh dengan penolakan nya walaupun sudah tahu namanya bukan berarti Hana mau aja diajak oleh sembarang orang.
" Hari udah mulai gelap dan bentar lagi juga mau turun hujan kayaknya. Biasanya kalau seperti ini jarang taksi ada yang lewat. " Ucap Alvaro sambil menatap langit yang mulai menghitam dan gerimis yang mulai turun.
" Yaudah kalau tidak merepotkan. " Putus Hana, yang juga kepikiran nanti kalau beneran gak ada taksi yang lewat kan Dia juga yang susah pulang nya gimana.
....
Diperjalanan hanya suara hujan dan deru mesin mobil yang terdengar. Hanya keheningan yang terjadi antara dua insan yang ada didalamnya. Karena mereka bingung mau membicarakan apa.
Dengan mata Hana yang fokus menatap keluar jendela mobil menikmati rintikan hujan yang mulai turun dengan derasnya. Sedangkan Alvaro hanya fokus mengemudi, menatap jalanan di depannya dengan tangan yang lihai memegang stir mobil.
" Terima kasih Pak, su... " Ucapan Hana terpotong oleh Alvaro.
" Alvaro " Dengan mata tajam dan tegas nya. Karena Dia tidak suka Hana memanggilnya dengan menggunakan embel-embel Pak. Alvaro merasa jika Hana memanggilnya dengan formal, maka akan susah dirinya mendekati diri dengan Hana.
" Hmmm.. Maaf. Sekali lagi terima kasih Pa.... ehh Varo.. " Ucap Hana yang masih belum terbiasa memanggil Alvaro dengan nama saja tanpa adanya embel-embel Pak.
Alvaro mulai menatap lembut ke arah Hana dan tersenyum, karena Dia suka dengan panggilan yang diberikan oleh Hana untuk nya. Alvaro merasa menjadi orang terspesial dalam hidup Hana.
" Ehhmm" Deheman Alvaro mencoba untuk mengalihkan perhatian Hana.
"Saya masuk dulu ya,".. Sambil Hana membuka pintu mobil, tapi sebelum Dia keluar tangannya lebih dulu ditarik Alvaro, sehingga Hana langsung menengok ke arah Alvaro.
" Ada apa?? " Tanya Hana lagi. Alvaro pun mengambil HP nya di dashboard mobilnya.
" Boleh Aku nyimpan nomor kamu?? " Tanya Alvaro sambil menyodorkan HP nya pada Hana.
" Hm.. Boleh.. " Hana langsung mengambil HP Alvaro untuk mencatat nomornya.
" Nanti Aku hubungi kamu ya. " Ucap Alvaro masih dengan senyuman yang melekat di bibir nya.
" Ok... See you.. " Hana keluar dari dalam mobil Alvaro dan langsung masuk ke rumahnya.
Setelah tak terlihat punggung Hana yang sudah masuk ke dalam rumahnya. Alvaro langsung melaju mobil nya untuk pulang ke penthouse nya.
.....
Setelah selesai mandi, Alvaro duduk diruang tamu sambil memegang handphone nya. Dia menimang-nimang, apakah mau menghubungi Hana atau tidak.
"Hubungi ajalah" Gumam Alvaro. Langsung saja Dia tekan nomor Hana, pada dering kelima baru diangkat oleh Hana.
:
:
:
Di lain tempat Hana yang baru keluar dari kamar mandi langsung berjalan menuju belajarnya untuk mengambil HP nya, karena adanya orang yang menelfon.
Setelah dilihat ternyata nomor yang tidak dikenal yang menghubungi nya. Hana mengabaikan panggilan tersebut karena merasa mungkin hanya orang iseng yang mau mengerjai nya. Setelah beberapa saat dibiarkan panggilan tersebut tidak kunjung juga mati.
Setelah dipikir-pikir, mungkin ada hal yang penting sehingga orang itu menghubungi Hana terus. Akhirnya Hana mengangkat telfonnya.
"Halo.. " Salam Hana setelah telfonnya tersambung....
......
.
.
Sampai sini dulu ya, soalnya Author mau belajar.. jangan lupa like and coment ya... Do'a in biar Author tetap semangat buat update.. Ok..👌👌