Mr. Graham

Mr. Graham
Prolog


Hana Apricilia


Gadis cantik, pintar, ramah, sopan dan sederhana. Ia dibesarkan di panti asuhan sampai umur 17 tahun. Sampai tamat SMA Hana mulai menjalani kehidupannya sendiri, tanpa bantuan dari pengurus panti lagi. Ya, Hana keluar dari panti tepat Dia selesai menerima kelulusan SMA. Hana mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas yang cukup terkenal di negaranya, Dia mulai hidup mandiri di sebuah kontrakan dekat kampusnya. Dia juga bekerja part time untuk memenuhi kebutuhan hidup di sebuah restaurant terkenal. Sampai kehidupannya mulai berubah saat bertemu dengan CEO perusahaan terbesar di New York, yang tak sengaja ditabraknya saat mengantarkan pesanan pengunjung restaurant tempatnya bekerja.


Alvaro Bert Graham


Lelaki tampan, tegas, kejam, dingin, angkuh dan sombong. Alvaro Bert Graham anak dari Anthoni Bert Graham dan Jesslyn Bert Graham. Alvaro seorang CEO sekaligus pemilik Graham Company perusahaan nomor satu di New York, yang tak tau belas kasihan terhadap orang yang berani menggangu ketenangan keluarganya. Alvaro tak akan segan-segan untuk membunuh orang yang berani mengusiknya. Dia seorang yang sulit digapai oleh para wanita penggemarnya. Sampai Alvaro dipertemukan dengan seorang pelayan restaurant miliknya, yang sudah menabraknya. Dan dia juga mengklaim pelayanan itu jadi miliknya.


Di pertemuan itulah semua seakan berubah oleh kuasanya seorang Alvaro Bert Graham.


:


:


:


New York,


Seorang gadis berjalan menyusuri jalanan kota yang tengah ramai di awal jam makan siang. Dia akan menuju tempat pekerjaannya, gadis itu adalah Hana Apricilia. Berhubung hari ini Hana mendapatkan sift siang untuk bekerja, jadi sepulang dari kampus Hana langsung menuju ke restaurant tempatnya bekerja. Hana akan bekerja dari jam 1 siang sampai jam 7 malam.


Setibanya di restaurant Hana langsung menuju ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan memakai baju pelayan yang sudah disiapkan di loker.


Hana berjalan menuju tempat Kayla memanggilnya. "Iya ada apa Kay?. Gak usah teriak-teriak juga manggilnya, tuh gara-gara kamu orang-orang pada lihatin kita tau gak". Tunjuk Hana pada orang-orang di sekeliling mereka yang sudah menatap pada mereka sejak Kayla teriak-teriak tadi.


" Ya maaf Han, aku kan refleks aja manggil kamu, gak usah marah-marah juga kali". Jawab Kayla sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ya, aku gak marah sama kamu, cuma ngingetin aja gak usah teriak-teriak kalau manggilnya kan jadinya kita dilihatin orang. Maaf deh kalau kamu ngerasa tersinggung". Ucap Hana yang menyesal karena sudah berbicara seperti itu kepada Kayla.


" Yaudah, gak papa kok. Hehehe, Lagian juga salah aku kok." Jawab Hana cengengesan.


"Yaudah yuk kita kerja, nanti kelamaan ngobrolnya". Ajak Hana sambil narik tangan Kayla buat kerja.


Saat Hana keluar dari toilet, Dia dipanggil Jac sang manajer restaurant. " Hana, sini dulu bentar".


"Iya Jac, ada apa? Tumben kamu panggil Aku saat jam kerja, biasanya kalau kamu udah manggil pasti ada butuhnya nih". Sindir Hana pada Jac.


Hana emang kalau manggil Jac cuma pakai nama aja, dikarenakan mereka juga teman. Usia Jac 5 tahun lebih tua dari Hana, dia sudah dianggap sebagai kakak oleh Hana. Dia baru selesai kuliah, dan langsung bekerja sebagai manajer di restaurant ini. Hana salut dengan Jac yang baik, mudah bergaul dan tidak sombong itu. Makanya mereka bisa dekat. Biasanya kalau Jac manggil di saat jam kerja pasti lagi kepepet butuh bantuan.


" Kamu tau aja sih Han. Aku mau minta tolong sama kamu buat beli bumbu dapur yang udah habis ya. Soalnya Berta izin, biasanya ini tugas Dia yang beli". Jawab Jac saat dia teringat dengan apa yang mau Dia sampaikan tadi.


"Hm.. Baiklah. Mana daftar bahannya biar aku beli" Tanya Hana sambil menyodorkan tangannya meminta daftar bahan yang mau dibeli.