
Kriiingg🕭 Saatnya jam istrahat🔊
"Eh skuyy ke kantin!." ajak anisa
"mhhh". dela
"2in". kiyara
"Nasib punya temen gini amat ya, sabar nis". anisa
sampai dikantin
"Eh kita gabung ama yang cowok yok. Udah lama nggak kumpul bareng".
"2in". dela
Kiyara berdiri mematung, ia juga ingin bergabung karena jujur dia merindukan teman-temannya. Tapi seketika ia mengingat dirinya, ia bukanlah kiyara seperti yang mereka kenal, mereka bahkan telah melupakan kiyara yang dulu. Dan terlebih lagi kiyara malu sama teman-temannya karena kiya dulu dikenal sebagai siswi yang disiplin tapi sekarang justru kebalikannya. Ia malu sama teman-temannya dan terlebih lagi ada sosok orang yang ia hindari, ia tidak ingin menganggu orang itu. Yah orang itu adalah raka. Sakit? Sudah pasti sakit, terlebih lagi melihat orang yang dicintai bersama dengan orang lain.
Sekilas info (Raka dan karin sudah menjalin hubungan, dan itu sudah berlangsung 2 pekan)
"kiya? Elo nggak ikut?". Tanya dela
"Eh em untuk apa gue ikut, gue bukan bagian dari kalian lagi bukan? Gue ke kelas dulu, gue lupa sesuatu".
"Tapi elo belum makan kiyara".
"Nanti gue makan kok, gue duluan". Berlari ke kelas sambil menyeka air matanya
"Gue tau apa yang elo rasain ra". batin dela
"Del? kiyara mana?". Tanya anisa
"udah balik ke kelas". cuek
"Ngapain sih kalian masih merhatiin dia, udah jelas dia itu bukan kiyara yang kita kenal dulu, udah nakal, rajin bolos, ikut balapan liar sana sini. Gue malu tahu punya temen kayak dia". Fadil
"udahlah fad, dia itu emang gitu, keras kepala. nggak usah pusing. toh yang jalanin kehidupannya dia, yang mau gitu juga dia, nah yang dapat ganjarannya juga dia. Lagipula dia udah nggak jadi bagian dari kita kan". Ahzar
"Elo jangan ngomong gitu, gimanapun kiyara pernah membuat kita semua tertawa, jangan hanya karena satu kesalahan elo lupain kebaikannya". balas pandu
"eh gue ngomong fakta loh, kiya sendiri kan yang ngomong didepan kita kalau dia udah mau keluar dari osis, itu berarti dia juga udah nggak mau temenan sama kita".
Braaaaaakkk. (semua yang ada dikantin kaget)
"Maksud loh ngomong gitu apa ha? Itu balasan elo ke kiyara? Asal loh semua tahu ya. Kiyara rela menjadi sosok yang ceria dan terbuka untuk kita semua demi apa? Demi mau membuat kita itu nyaman berteman sama dia. Sifat nya yang akhir-akhir ini dia tunjukin ke kita-kita itulah sifat asli seorang Anastusha Kiyara Adafsi. Dia rela ngorbanin kebahagiaannya demi orang lain. Ia rela bersedih tapi ia tidak tega membuat orang bersedih. Dibalik wajah cerianya kiyara juga sosok yang rapuh. Dan itu, dia nunjukin kerapuhannya dengan bersikap kayak gitu. Dan lagi, coba kalian pikir, untuk apa kiyara bersikap kayak gitu ke kita? itu karena ia ingin ditegur, ia ingin diperhatiin, ia juga ingin mendapatkan kasih sayang. Tapi kalian hanya memandangnya dengan sebelah mata, kalian hanya menganggap kiyara itu nakal, padahal enggak. Kiyara hanya butuh diperhatiin. Dan lagi, coba kalian pikir, Kita udah kenal sama kiyara udah hampir 3 tahun. Kiya itu seolah olah nguji kita, apakah kita masih mau berteman dengannya dalam keadaan dan situasi apapun, atau malah sebaliknya. Kiyara pernah nggak ngecewain kalian? nggak kan? Karena dia selalu melakukan apapun yang terbaik untuk kalian. Bahkan sampai kesehatannya pun ia tidak jaga". Ucap dela dengan nafas yang naik turun. dan air mata yang terus mengalir.
"Kiyara rapuh saat ini, dia butuh kita saat ini, jangan jahuin dia". lanjut dela
semua yang ada dibarisan meja itu kaget atas penuturan dela.
Terlebih lagi raka, ia tidak menyangka dibalik sifat nakal seorang kiyara ada luka yang ia sembunyikan, dimana ia selama ini, kemana ia selama ini? Karena sibuk mengejar cintanya ia sampai melupakan sahabatnya, ia lupa janji nya pada orang tua kiyara bahwa ia akan menjaganya.
Raka langsung berdiri dan berlari ke kelas kiyara, ia ingin minta maaf pada kiyara.
huft huft huft...
"Kiyara mana?" tanya raka pada teman kelas kiyara
"Tadi sih gue lihat kiyara naik di lantai 3".siswi1
Tanpa menunggu waktu lama Raka langsung menyusul kiyara...
"Ara?".......