Kiyara

Kiyara
Episode 4


Prof kiyara....


"Aku harus kuat, terserah orang mau bilang yang jelek-jelek tentangku. Toh aku punya 2 tangan untuk menutup telingaku, karena akan sulit untuk menutup mulut mereka satu persatu. Disaat seperti ini aku membutuhkan kalian, dimana kalian? Eh tapi aku bukan orang yang mau diberi belaskasihan, sekarang aku sudah tidak membutuhkan kalian lagi, terima kasih atas semuanya, selamat telah mendapatkan apa yang kalian damba dambakan.


SMA TUNAS SAHARI


Pengumuman: "disampaikan kepada seluruh pengurus osis SMA TUNAS SAHRI agar segera mengikuti rapat penting di ruang osis"


Anisa : "Ra? kali ini loh harus ikut rapat. Dan nggak ada penolakan, soalnya ini rapat penting ra nggak boleh di wakilin.


(Beberapa bulan terakhir kiyara tidak pernah mengikuti rapat osis, dia hanya dapat info rapat dari anisa)


Raka selaku ketua osis "baiklah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai perlombaan yang akan di adakan di sekolah kita, jadi sekolah kita sebagai tuan rumah dari perlombaan ini, kepala sekolah memberikan tanggung jawab kepada kita untuk mengurus semuanya, jadi tolong kerja samanya!!, mungkin ada tambahan dari wakil ketua?"(menoleh ke kiyara)


Namun tidak ada respon dari kiyara, kiyara hanya melamun dan tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh raka.


"Jika hanya ingin melamun silahkan keluar sekarang, dan tolong jangan gabungkan antara urusan pribadi dengan urusan sekolah"(raka yang sedikit meninggikan suaranya sehingga membuat kiyara tersentak kaget)


"Lanjut aja, gua ngikut. Karena gua yakin apa yang di sampaikan raka pasti yang terbaik".


Semua mata tertuju pada kiyara


"Kenapa? Gua salah ngomong yah?". kiyara


"Ra jika loh punya masalah pribadi tolong jangan sampe ngaruh ke organisasi, lagipula eloh baru hadir di dalam rapat, harusnya elo fokus. Jangan mentang-mentang elo wakil gue elo seenaknya aja nggak hadir di setiap rapat, elo sebenarnya serius apa nggak sih? kalau nggak silahkan keluar". Raka (Sambil menunjuk ke arah pintu dengan suara membentak)


Kiyara yang mendengar kata-kata Raka hanya bisa diam tak berkutik, Ini memang salahnya karena tidak mengikuti rapat dengan baik, tapi yang membuatnya tidak bisa berkutik adalah ketika raka membentaknya di depan teman-temannya".


Semua orang yang ada dalam ruangan itu kaget akan apa yang di ucapkan kiyara, begitupun dengan Raka.


"Oke, kalau itu mau lu, silahkan dengan senang hati!!!" spontan Raka


Kiayara pergi dengan rasa kecewa didalam hatinya.


Dalam beberapa bulan terakhir ia ingin berbagi cerita dengan Raka, tapi bukannya Raka ingin mendengar cerita dari kiyara Raka hanya membentaknya dan seolah tidak ingin lagi dekat dengan kiyara.


Flashback on


Kiyara :"Raaka? Gue mau cerita sesuatu sama elo. Raka akhir-akhir......"


"Udahlah ra gue sibuk gue ada kegiatan"


"Yaelah palingan elo mau ketemuan kan sama si karina itu" Kiyara


"Emang kenapa? emang kenapa kalau gue mau ketemuan dengan dia, mau ketemuan dengan siapapun yah terserah gue. Lagipula gue juga punya privasi nggak semua orang harus tau tentang gue termasuk elo, jadi mulai dari sekarang elo nggak usah sok sok curhat sama gue, ataupun ganggu gue, elo mau llihat gue bahagiakan? Caranya loh nggak usah tau urusan pribadi gue". Raka dengan nada membentak


Kiyara kaget dengan apa yang dikatakan oleh Raka, baru kali ini Raka membentaknya seperti itu, Ia tak habis pikir. Selama ini dia juga udah tau tentang raka, Tapi kenapa baru sekarang dia bilang? Kenapa nggak dari dulu, berarti Raka menyesal berteman dengan kiyara?


"oh oke". hanya itu yang bisa di katakan kiyara.


flashback off