
"Lalu dokter apakah orangtua kiya tahu ini semua?". Tanya farid
Dokter itupun menggeleng. "Nona tidak ingin memberitahukan orangtuanya ataupun orang-orang terdekatnya, selain bibi-nya yang ia panggil bi ina".
"Lalu mengapa harus melakukan oprasi lagi dok? bukannya kiya udah OP seperti yang dokter bilang tadi?"tanya farid
"Ini oprasi untuk pemasangan ginjal, tapi kami dari pihak RS tidak menemukan ginjal yang cocok". dokter tertunduk lesu.
"hufft saya mohon dok. Lakukan yang terbaik untuk adik saya. Apakah saya bisa menemuinya? Farid
"iya silahkan!".
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum?"~Farid
"Wa'alaikumussalam".~Ibu farid dan kiyara
"Gimana keadaan kamu dek?". Farid
"Alhamdulillah udah mendingan kak". sambil menunduk
"Dek (mengusap punggung) kenapa nggak bilang?"
"Maaf kak, tapi aku nggak mau terlihat lemah di hadapan orang orang. Aku juga nggak mau nyusahin orang". air mata kiyara jatuh menandakan ia saat ini rapuh.
"Mulai sekarang kamu nggak boleh nutupin apapun dari ibu sama farid yah nak, Kami keluarga mu, kami disini untuk kamu nak".
"I..iya ibu, Terima kasih".
"Baiklah. Kamu istrahatlah ibu mau pulang dulu, nanti kesini lagi soalnya bapak nggak ada yang urusin. Farid? kamu disini aja temenin kiya yah!!".
"Nggak usah ibu, kak farid pulang aja dulu bersih-bersih entar kesini lagi. Lagipula disini banyak suster yang temenin aku☺".
"Kamu yakin dek?"~Farid
kiyara pun menganggukan kepalanya..
Setelah farid dan ibunya keluar dari kamar inap kiyara, Kiyara kembali sedih, mengingat segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Dimana ia bagaikan ditelantarkan oleh orangtuanya, lalu sahabatnya yang sudah tidak peduli lagi namun masih ada orang yang mau membantunya. Kiyara terisak dalam kesunyian, ia butuh kasih sayang, ia butuh penyemangat.
"Mami...Papiiii...ara rinduu. hiks hik hiks......".
tok tok..
Buru-buru kiyara mengusap air matanya.
"Malam nona kiyara, Gimana perasaannya?".
"Baiklah mari kita periksa yah".
"Emm dokter? Kapan saya dibolehin pulang?".
"kalau dari hasil periksa nona kiyara harus dirawat beberapa hari dulu yah, soalnya keadaannya masih lemah".
"Baiklah dokter. Terima kasih yahh".😊
.....
Seminggu kemudian setelah kiyara keluar dari RS kiyara sudah kembali sekolah, disekolah kiyara mendapatkan banyak pertanyaan dari teman-temannya. Terutama anisa...
"Eh curut, elo dari mana aja menghilang bak ditelan bumi".nisa
"Jadi loh ngarepin gue tertelan bumi gitu? parah.si lu". kiyara
"Yah enggak gitu juga kale. Emang elo dari mana aja sih? Tiba-tiba nggak ada kabar".Anisa
"Hufft... gue habis dirawat di rumah sakit".Kiyara
"What? elo sakit?".Anisa
"Elo sakit apa kiyara?". Dela.
"sakit biasa doang. Kata dokter sih magg gue kambuh dan harus dirawat gitu. Jadi gue nurutin aja, itung itung bolos belajar".
"Ra? Elo beda.. Elo kurusan, makan loh nggak teratur kan? tanya dela
"Mhhh gitu deh, nasib jadi orang yang sering di bully tuh gini yah, tertekan kitanya. Sampe makan pun gue lupa hehe".kiyara
"Makanya ra elu kembali kayak dulu aja, kita rindu sosok elu yang dulu. Ceria, heboh, bobrok, cerewet, gesrek daah lah pokoknya kita rindu. Kalau elu tiba-tiba kayak gini. Cuek, dingin, datar itu membuat kita kayak nggak bisa buat elo bahagia, kita selalu merasa punya salah sama elo. Kalau memang kita kita salah tolong maafin kita. Jujur gue rindu sama Ara". Lirih dela
"emmm kita ada buat lo ra, elo aja yang nggak terbuka sama kita. Gue aja yang suka curhat sama elo. Tapi elo sama sekali nggak mau berbagi cerita elo sama gue. Gue nggak enak jadinya. Sekolah olah gue nambah beban hidup elu ra. Gue minta maaf". nisa
"Gue.nggak apa-apa kok. Dan kalau ada apa-apanya suatu saat kalian semua bakal tau kok. Dan maaf yah selama ini gue nggak terbuka sama kalian. Tapi lain kali gue bakal cerita kok". kiyara
"Udah ah pada melow gini, nggak seru tau". lanjut kiyara.
Asslamu'alaikum anak-anak?
wa'alikumussalam pak....
Baiklaah kita mulai pelajaran hari ini yah. silahkan ketua kelas persiapkan teman-temannya