
Skip sampai di rumah kiyara.
Kiyara masuk kedalam rumahnya, ketika sampai diruang keluarga kiyara berhenti sejenak melihat foto keluarganya yang terpajang di dinding dengan ukuran besar. Seketika air mata kiyara pecah, ia tak sanggup menahan tubuhnya yang lemah, seakan hidupnya tiada arti, ia mempunyai keluarga utuh tapi serasa tidak utuh, sahabat yang selama ini selalu menghiburnya kini tidak peduli lagi. Ia hidup bergelimang harta namun tiada artinya. Lama kiyara menangis meratapi nasibnya tiba-tiba perutnya terasa sakit, ia memegang perutnya. Ia berusaha bangkit dari tempatnya namun nihil, karena rasa sakit yang ia rasakan tidak bisa ia tahan. Lalu kiyara mencoba meraih handphone nya lalu mencari kontak seseorang dan menghubunginya.
📱: "Tolong bang, gue dirumah. sekarang!!!"
📲 :.....
"Assalamu'alaikum? kiyara? kiyaraaa (sambil teriak). Ya Allah kiyara? Kiyara bangun, hei bangun!"
Tidak menunggu waktu lama orang itu membopong tubuh kiyara kemobil dan membawanya kerumah sakit.
🏥
"Suster tolong!"
Maaf pak, anda harus menunggu diluar kami akan menangani pasien segera".
Siapakah Orang itu?
Farid Givari, Farid adalah senior kiyara di SMP, Kiyara dulu adalah seorang ketua osis di Sekolahnya (SMP) dan farid merupakan mantan ketua osis(senior kiyara)Yang melatih kiyara dalam public speaking, berfikir kritis dan hal-hal lainnya adalah farid. Ketika tamat sekolah Farid pindah ke Bandung Untuk melanjutkan sekolahnya disana. Dan kiyara tetap di jakarta. Setelah beberapa tahun berpisah akhirnya mereka dipertemukan kembali, ketika kiyara sedang latihan untuk persiapan balapannya.
Farid : "Eh kiyara?".
Kiyara :"loh kak farid? apa kabar kak? kemana aja selama ini, ngilang bae?
Faridd :"gue kan di bandung.Gue baik-baik aja, Kalau elo apa kabar? Udah tinggi aje luh bocil.
Kiyara :"yaelahh masa gue mau kecil terus sih, Kakak ngapai kesini?
Farid :"Pengen aja nonton orang balapan. Elo pake baju gini... jangan jangan elo pembalapnya?
Kiyara :"Hehe iya (sambil cengingisan)
Farid :"Jadi gelar ketua elo udah nggak lo pegang?".
Begitulah awal mereka bertemu kembali. Setelah pertemuan tersebut kiyara dan farid makin sering ketemu, bahkan farid sudah menjadi bagian dari team nya kiyara. Kiyara juga sudah menganggap farid seperti kakak kandungnya sendiri. Farid juga sudah punya pacar, dan kiyara pun sudah kenal. Orang tua farid juga sudah menganggap kiyara anaknya sendiri, karena orangtua mereka berteman baik.
Farid bingung harus apa, tiba tiba ia teringat akan ibunya dan segera ia menelfon.
Tak berselang lama, ibu farid datang dan menghujani banyak pertanyyan kepada farid.
"Apa yang terjadi farid? Kenapa bisa kiyara sakit? Kamu apakan dia? Kamu paksa dia untuk ikut balapan?".
"Nggak bu, tadi aku juga tiba-tiba di telfon sama kiya dan disuruh untuk kerumahnya. sampe di rumahnya aku nggak liat dia, ternyata dia udah jatuh pingsan".
"Apa kita harus menelfon mami dan papinya?"
Belum sempat farid menelfon mami kiyara dokter sudah keluar dari ruang perawatan.
"Bagaimana keadaan adik saya dok?". farid
"Apakah anda kk kandungnya?".tanya dokter tersebut
"Bukan, tapi dia sudah saya anggap adik saya sendiri. Saya dan orangtuanya pun saling kenal".
"Baiklah silahkan ikut keruangan saya sekarang, ada hal penting yang harus dibicarakan!".
..Didalam ruangan dokter tersebut.
"Begini tuan, nona kiyara sudah menderita penyakit serius sejak lama, tapi nona kiyara selalu menolak jika kami ingin mengambil tindakan oprasi".
"Maksudnya? Apa kiya sudah sering kesini? dan penyakit apa yang diderita olehnya?"
"Begini, 3 tahun yang lalu nona kiyara sempat menjalani oprasi pengangkatan ginjal, itu karena ada benjolan di ginjal sebelah kirinya. Dan kalau tidak segera diangkat maka benjolan tersebut akan membesar. setiap Tahun nona kiyara harus melakukan cek up untuk kesehatan ginjalnya tapi setahun terakhir ia tidak datang untuk cek up. Ditambah lagi nona kiyara tidak menjaga kesehatan tubuhnya, maka penyakit lain pun muncul. Seperti insomnia, magg ataupun asma".
Farid yang mendengar penuturan dokterpun kaget dibuatnya. Bisa bisanya kiyara menyembunyikan ini semua.