
Malam itu setelah mengakhiri obrolannya dengan Ayra entah kenapa merasa bahagia dan senyum – senyum sendiri sambil menatap pesan yang telah ia kirimkan ke Ayra
Axel : akhirnya aku akan bertemu denganmu besok tapi apakah kau akan menerimaku atau akan menolakku namun apapun keputusanmu aku akan menerimanya dan menghormatinya walaupun menyakitkan.( Gumam axel, karena kelelahan setelah duetnya dengan Erik ).
Pagi itu Axel bangun jam 5.30 dan buru-buru ambil air wudhu dan menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Setelah itu melakukan olahraga pagi dan kemudian bergegas mandi karena keringatan sehabis olahraga dan tidak lama kemudian hpnya pun berdering
“ ada apa vin “ sahut Axel
“ Ingat ya Xel tim kita ada pertandingan siang ini “ Gavin
“ iya gue ingat, tapi jam 10 siang nanti gue ada janji jadi mungkin agak telat” jawab Axel
“Janji ama siapa sih Xel penting banget sampai-sampai pertandingan di undur segala”ucap Gavin
“ Nanti loe juga tau” Axel
“ Tapi jangan lama nggak enak sama anggota tim, nanti malam loe mau nggak ke ultahnya si Kristine” sahut Gavin
“ enggak deh gue nggak minat vin loe aja ama Varel, Dion dan Leon” Sahut Axel
“ya uda deh sampai ketemu di kampus “ kata Gavin dan mengakhiri obrolan nya
-------------
Di rumah Ayra, pagi itu setelah menunaikan kewajibannya dan mandi Ayra bergegas turun ke bawah dan mendapati Arya sudah ada di meja makan untuk sarapan
“Pagi Ra” sapa Arya sang kakak
“ Pagi juga Kak, oh iya kak apa mama dan papa telpon “ tanya Ayra sambil menyantap sarapannya
“ Iya udah tadi subuh “ jawab Arya
“ kok nggak panggil Ayra sih kak” sahut Ayra
“Nanti kamu telpon balik aja, kakak udah selesai sarapan mau berangkat bareng?” tanya Arya
“ iya deh kak Ayra ikut kakak soalnya Ayra ada kelas pagi” Ayra pun menyantap sarapannya dengan buru-buru
“Bi Ayra berangkat dulu sama kak Arya yah” Ayra
“iya non hati-hati “ ucap bi Inah
“tidak usah siapkan makan siang ya bi untuk bi inah aja sama pak udin soalnya Ayra makan siang diluar” ucap Ayra dan bergegas berangkat ke kampus.
“kak Ayra turun di tempat biasa ya” sahut Ayra
“ Tidak, kali ini kakak akan mengantar mu sampai di depan fakultas kedokteran” jawab Arya
“ Terserah kakak deh” dan Arya pun menghentikan mobilnya tepat di depan fakultas kedokteran
“kak nanti aku pulang sama mila nggak usah di jemput” Ayra
“Nanti kakak yang hubungi pak udin” Ayra melangkahkan kakinya memasuki fakultas kedokteran dan ketika Arya hendak masuk ke dalam mobil Arya pun tidak sengaja berpapasan dengan Axel
“ Hai Junior “ sapa Arya
“ Hai tumben pagi2 di kampus “ sahut Axel
“ lagi antar adik gue, denger-denger entar siang ada jadwal tanding? Tanya Arya
“ iya nih kak” jawab Axel
“ good luck, semoga menang” sahut Arya
“ Loe juga semoga sukses terus bro” kata Axel sambil mereka tos, Arya masuk ke mobil melajukan mobilnya setelah Axel pergi
-----------
“ Pagi Ra, pantes aja gue nyariin elu di depan sono lue nggak nongol2” mila tiba- tiba menghampiri Ayra dari belakang
“ Iya nih Mil Kak Arya ngotot antarin gue sampai depan fakultas “ Ayra tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya itu. Mereka pun memasuki ruang perkuliahan sebelum dosen datang. Di fakultas IT Axel dan gengnya lagi membahas strategi pertandingan nanti siang sebelum perkuliahan di mulai ketika dosennya telah tiba perundingan pun selesai dan mereka mengikuti perkuliahan dengan serius tidak terasa waktu pertemuan antara Ayra dan Axel pun tiba dan ketika mata kuliah axel berakhir Ia pun pamit pada teman-temannya.
“ mau kemana loe “ tanya farel
“ Gue ada janji sebentar “jawab Axel sambil merapikan bukunya
“ Kita ada pertandingan loh!” Timpal leon
“ Iya gue tau nanti gue nyusul di lapangan, “ Axel pun berlalu pergi dengan mengendarai motor sport nya dan berhenti tepat di taman kampus dan duduk di kursi panjang tepi danau
“aku akan menunggumu disini “ Gumamnya
Di fakultas kedokteran Ayra tidak henti-hentinya memandangi jam yg melingkar di lengannya
“ duh hampir jam 10 nih “ gumam Ayra dalam hati
“ kenapa loe Ra, kok gelisah gitu? “Mila memandangi sahabatnya itu dengan sedikit heran dan khawatir.
“ Mil gue... Ada urusan sebentar selepas ini jadi gue cabut dulu ya nanti kita ketemu pas jam makan siang selesai ya.. “ ucap Ayra sambil membereskan buku buku dan laptopnya
“ urusan apa sih kok buru-buru gitu” tanya mila
“ urusan penting nanti gue cerita, oke” jawab Ayra, dengan berlari- lari kecil Ayra menatap jam tangannya
“ udah jam 10 apa dia udah datang ya? Gumam Ayra, tidak lama kemudian Ayra pun sudah sampai di taman kampus tempat janjian mereka Ayra pun berjalan perlahan ke ketepi danau, disana terdapat 2 kursi suasana taman kampus saat itu ramai di kunjungi mahasiswa yg melepas penat sambil menikmati makan siang. Ayra mengedarkan pandangan dan matanya menangkap sosok Axel di kursi tepi danau
“ Kak Axel sedang apa dia disana? “ gumam Ayra sambil berjalan menuju kursi panjang yg ada di sebelah Kursi yg diduduki Axel
“ Mungkin Mr. X belum datang “ gumam Ayra pelan sesekali dia mengarahkan pandangannya ke Axel
“ Sapa nggak ya, tapi kalau di cuekin gimana? “ Ayra berceloteh sendiri, Tiba-tiba Axel beranjak dari duduknya dan menghampiri Ayra, tanpa sepatah kata Axel langsung duduk disebelah Ayra. Ayra merasa bingung dan salah tingkah
“ nggak salah nih orang tiba-tiba duduk gitu aja tanpa permisi” gumam Ayra Ayra baru saja akan menegur Axel tiba-tiba hpnya berbunyi
“Tring” Ayra mengambil hpnya dan betapa terkejutnya setelah membaca emailnya
“ Aku udah di sampingmu” Ayra kaget dan menutup mulut dengan tangannya
“jadi Mr. X itu kak Axel, jadi selama ini yg kirimin gue video” ucap Ayra pelan yang masih tidak percaya dengan apa yg telah dialaminya, Axel memandangi Ayra dan membuka kaca matanya
“ Kamu lapar, kita makan dulu” ucap Axel, Ayra masih bengong
“Ayra kita makan dulu ya” Axel berdiri mengulurkan tanganya ke Ayra
“ Aaa... Iya” jawab Ayra dengan terbata-bata sambil menyabut uluran tangan Axel
“Kita naik itu” tanya Ayra sambil menunjuk motor Axel
“ Iya kenapa? “ jawab Axel sambil memandangi penampilan dan menyadari kalau saat ini Ayra lagi mengenakan rok
“ Kamu tunggu disini dulu jangan ke mana-mana oke” ucap Axel yg di jawab dengan anggukan oleh Ayra. Axel melajukan motornya ke arah fakultas IT Dan berhenti di tempat biasa ia nonkron dengan Gavin, Farel, Dilon dan leon
Axel : Vin loe bawa mobil kan?
Gavin : iya
Axel : gue pinjam mobil loe, nih motor gue loe bawa aja
Farel : loe mau kemana si Xel, pertandingan nanti siang loe ingatkan?
Axel : gue ada urus sebentar sebelum pertandingan gue uda di lapangan, gue cabut dulu bro.
Dilon : urusan apa sih?
Axel : nanti gue ceritain
Axel pun melajukan mobilnya menuju tempat dimana Ayra sedang menunggu nya
“ kok gue di tinggal sih “ gumam Ayra sambil menatap HP miliknya tiba- tiba sebuah mobil sport berwarna merah berhenti tepat di depannya, seseorang keluar dari mobil
“ Nunggu lama ya” tanya Axel sambil membukakan pintu mobil untuk Ayra
“ Nggak kok” jawab Ayra singkat, selama di perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka tidak lama kemudian mobil merah itu berhenti di sebuah rumah makan sederhana dan mereka berdua pun turun dan mengambil tempat duduk. Axel memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan
“ Mau pesan apa mas? “ ucap sang pelayan
“ Ayra mau makan apa? “ tanya Axel
“ emm bakso ada mas? “ tanya Ayra ke pelayan tersebut Axel tersenyum mendengar pertanyaan Ayra.
“ Kenapa kak kok senyum-senyum gitu” tanya Ayra,
“Nggak, ya udah mas bakso satu sama mie goreng satu jangan di kasi cabe ya mas” sahut Axel, setelah menunggu beberapa menit pesanan mereka pun datang, merekapun menikmati makan siangnya
Ayra : kak jadi selama ini kakak tau Ayra?
Axel : ya....
Ayra : jadi waktu kak erik nembak Ayra kakak juga liat
Axel : .ya....
Ayra : kakak tau kalau Ayra menggunakan nama kakak untuk menolak kak erik
Axel : maksudnya?
Ayra: waktu itu Ayra bilang ke kak erik kalau kakak itu pacar Ayra
Axel : oooo
Tiba-tiba HP Axel berdering
Farel : loe dimana Xel?
Axel : lagi kencan sama pacar gue kenapa?
Mata Ayra terbalalak”apa pacar? Nggak salah tu” bathin Ayra
Farel : apa kencan?
Gavin, Dilon, dan leon terkejut dan mendekati Farel
Dilon : rel suru axel ajak pacarnya
(sela Dilon)
Axel : iya
Farel : ajak kesini ya Xel
Axel : bentar gue tanya orangnya
Axel bertanya ke Ayra
Axel : Ra kamu mau ikut nonton pertandingan basket
Ayra hanya mengangguk
Axel : oke kami segera kesana
Axel pun mengakhiri obrolannya dengan Farel, setelah membayar makan siangnya mereka pun kembali ke kampus dan berhenti tepat di depan gedung olahraga
Ayra : kakak masuk aja mungkin teman- teman kakak udah nunggu
Axel : kita bareng aja
Ayra : nggak usah kak aku tunggu teman, kakak duluan aja
Axel : baiklah aku masuk duluan ya.
Setelah Axel masuk Ayra mengambil hpnya dan menelpon Mila sahabatnya
Ayra : Mil elo dimana?
Mila : gue yang mau nanya loe sekarang lagi dimana?
Ayra : gue di depan gedung olahraga
Mila : ngapain loe disitu?
Ayra : nonton basketlah loe sekarang juga kesini ya gue tunggu
Mila : iya – iya
Ayra pun mengakhiri panggilannya, tidak lama kemudian Mila datang menghampiri Ayra yg berdiri di depan gedung olahraga
Mila : loe kesini ama siapa tadi ?
Ayra : kita masuk dulu nanti gue cerita ke loe
mereka berdua pun masuk, suasana gedung olahraga sangat sangat ramai karena pertandingan kali ini sudah memasuki babak final sorak sorai penonton memenuhi gedung olahraga tersebut.