
Sehabis pertandingan Axel langsung pulang, dalam perjalanan entah kenapa Axel selalu terbayang dengan pertemuannya dengan Ayra siang itu
“gue kenapa sih, kenapa juga wajah tu cewek terus ada di kepalaku,, aaaahhhh” gumam Axel sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal dan tanpa terasa mobil yg Axel kendarai pun sampai di halaman rumahnya.
“Gimana pertandinganya xel” tanya mama Dela yg tidak lain adalah ibunya axel
” ya....seperti biasa ma” balas axel sambil berlalu ke kamarnya
“setelah mandi turun makan ya...” teriak mama dari arah dapur yang hanya di balas dengan lambaian tangan oleh axel. Tidak lama kemudian axel pun turun dengan penampilan baju kaos oblong dan celana selutut menghampiri mamanya di meja makan
“ hem...aku laper banget ma” kata axel sambil mengambil nasi dan temn2nya
“ xel kapan kamu mau bantu papa di kantor” tanya mama dela
“nanti lah ma kalau udah kelar kuliahnya. Papa belum pulang ma?”balas axel
“ada meeting katanya, xel sekali kali ajak dong pacar mu ke rumah dan kenalin sama mama" mendengar omongan mamanya axel tiba-tiba teringat gadis yg di lapangan basket hatinya tiba-tiba merasakan sesuatu
“gila aku kenapa sih”batinnya
”loh kok ngelamun” kata mama Dela
” iya ma nanti kalau ada” jawab exel
“ emang kamu belum punya pacar “ tanya mama dela ”belum ma...”
“masa anak mama ganteng gini belum punya pacar “
“udah ah ma aku uda kenyang mau kekamar dulu “kata axel sambil menyusuri tangga.
*********************"***
Di kamar, Ayra lagi mondar mandir sambil ngoceh sendiri
“ gila tuh si mila gue ikut- ikutan bolos 1 mata kuliah gara-gara nonton basket kalau mama tau ****** deh gue” bathin Ayra
“ Ra makan dulu “ mendengar suara mamanya Ayra langsung keluar dari kamar
“gimana kuliahnya hari ini ra ?” tanya mama sebelum Ayra duduk
“ lancar – lancar aja ma “ jawabnya asal kemudian melanjutkan makan siangnya dengan sang mama karena papa dan Arya sang kakak memang jarang makan siang di rumah kadang mereka pulang larut malam kadang juga pulang sore. Hari pun berlalu dengan cepat dan tak terasa malam pun datang setelah tugas kuliah kelar dan semuanya sudah di siapkan untuk besok Ayra pun merebahkan tubuhnya di atas kasur dan entah kenapa matanya tidak mau terpejam sambil menatap langit-langit kamar ia teringat dengan peristiwa di lapangan basket tadi siang ketika dia memanggil mila tiba-tiba seorang cowok memandang ke arahnya dan saat itu jantungnya berdetak tidak karuan
” Duh Ayra kamu lagi mikir apa sih kenal aja enggak” gumam Ayra sambil menepuk jidatnya tidak terasa matanya pun terpejam karena mengantuk.
Hari- hari pun berlalu Setelah pertemuan yang tanpa di sengaja itu tanpa saling sapa hanya saling memandang meraka pun tidak pernah bertemu karena kesibukan kuliah masing masing, Axel yang sibuk dengan jadwal latihan basket dan kuliah sedangkan Ayra sibuk dengan Kuliahnya.
Hari itu setelah mengkuti mata kuliah terakhir dan hendak pulang Ayra dan mila berjalan menuju tempat parkir dan ketika melewati lapangan basket dimana axel dan teman-temannya lagi asyik main basket dan tiba-tiba dari arah belakang seseorang berlari menimpuk bahu Ayra
”buugg.....” buku-buku yang di pegang Ayra pun jatuh “aduhhhh.....”rintih Ayra memegang bahunya
“kamu ga pa pa kan Ra” tanya mila,
“ maaf ga sengaja “ kata cowok itu sambil memungut buku-buku Ayra
“hai makanya kalau jalan pakai mata dong” sahut mila sewot
“uda mila aku ga pa pa “ jawab Ayra
“ hai ...nama kamu siapa “ teriak erick tapi Ayra Tidak menghiraukannya, lain halnya Mila dia berbalik dan mengedipkan mata, melihat kejadian itu Axel tiba-tiba menghentikan permainanya, Farel, Dilon, Gavin, dan Leon saling pandang
“wah....gila tu cowok” kata Farel
“modus tuh...mau kenalan aja pakai nabrak segala” sahut Dilon, Gavin yang menyadari adanya perubahan raut muka Axel tiba-tiba Gavin menepuk punggung Axel
“ Bro kalau loe suka tembak aja langsung dari pada keduluan” mendengar kata-kata gavin, Farel, Dilon dan Leon memandangi Axel
“ Apa....?.” kata Axel sambil melempar bola basket yang dia pegang dan pergi
“ Hai Bro permainan belum selesai “ teriak Gavin
“ loe main aja sendiri, gue mau pulang”
************************
Dalam perjalanan pulang Axel merasa kesal dan bergumam sendiri " ahhh kenapa juga gue merasa kesal liat tu cewek sama tu cowok ya, ada apa dengan gue sebenarnya " Axel menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan bingung dengan perasaannya sendiri dan melajukan motor sport kesayangannya.
"Assalamu Alaikum ma...” ucap Axel sambil berjalan menuju kamarnya
“ Wa alaikum salam” jawab mama sambil memandang putra semata wayangnya
“ kenapa tu Anak “bathin mama dela
“Ada apa ma “ tanya papa bagas papanya Axel
“ Tu si Axel tidak biasanya “ jawab mama dela
“ mungkin Dia capek ma”
Setibanya di kamar Axel langsung merebahkan tubuhnya dikasur perkataan Gavin masih terngiang di telinganya
“ hhhaa....apa benar gue suka sama tu cewek?" gumam Axel, ia masih mengingat perkataan Gavin siang itu
" Bro kalau lue suka tembak aja langsung dari pada lue keduluan" perkataan Gavin
"gimana caranya ini kan pertama kali gue suka sma cewek, apa gue harus minta bantuan sama tu bocah-bocah” bathin Axel, tidak lama kemudian Axel beranjak menuju kamar mandi karena seluruh badannya lengket karena keringat.
" den Axel makan malam dulu tuan dan nyonya sudah menunggu" panggil bi Ina
" iya bi" tidak lama kemudian Axel berjalan menuruni tangga dan nampak kedua orang tuanya sudah ada di meja makan
" malam ma.. pa... " sapa Axel pada kedua orang tuanya
" kamu kenapa xel..? " tanya sang papa
" tidak apa-apa kok pa Axel cuma kecapean aja habis latihan basket tadi sore" jawab Axel
" sekali-kali kamu ke kantor bantuin papa xel" sahut sang papa
" iya nak biar kamu secepatnya mengambil alih perusahaan papa"
" Axel masih belum siap ma axel mau fokus sama kuliah dan tim Axel dulu karena bulan depan axel ada pertandingan" ucap Axel seraya beranjak dari meja makan "ma... pa... aku ke kamar dulu mau istirahat."sesampainya di kamar Axel langsung merebahkan tubuhnya tapi pikirannya melayang entah kemana dan akhirnya Axel pun tertidur.