
pagi itu di ruang kuliah 4 cowok ganteng lagi nongkrong “serang vin .....sebelah kanan loe tuh”
“ tunggu......tunggu bantuin dong rel...peluruh gue hampir habis nih Dilon Loe Dimana sih ”
“ ya gue di belakang loe“
“Aish ngapain loe tembak gue sih Vin “sahut leon kesal
“Sorry nggak sengaja “ tawa mereka pun pecah, ya mereka mengisi waktu luang mereka dengan bermain game free fire sehabis mengikuti mata kuliah yang cukup panjang lain halnya Axel Dia memainkan ponselnya dan menatap balasan email Ayra sesekali tersungging senyum simpul dari wajahnya yang tampan, Dilon yang melihat kejadian itu menyiku lengan gavin” ada apa sih” tanya Gavin “ liat tuh”kata Dilon yang mengarahkan pandangannya ke arah Axel, Gavin dan Farel pun menghentikan permainannya dan fokus ke arah Axel “ nggak biasanya tuh anak senyum-senyum sendiri” sahut Fare
Leon, Dilon dan Gavin mengangguk bersamaan “ jangan-jangan” kata gavin
“lagi jatuh cinta” sahut mereka bertiga
“tapi siapa tu cewek yang bisa menarik perhatian si Axel” Tanya farel, kedua temannya itu mengangkat bahunya tanda mereka tidak tau, Axel yang merasa dirinya menjadi pusat perhatian mengantongi ponsenlnya dan membalasan tatapan ketiga sahabatnya itu sambil mengangkat kedua alisnya
“Siapa Dia” tanya Gavin “iya..iya Siapa dia Xel” Farel pun ikut bertanya “ nanti kalian juga tau pulang yuk“ jawab Axel sambil beranjak meninggalkan tempat duduknya, keempat akinya meninggalkan kristine,”wah kita-kita nggak di undang nih” kata Farel sambil menyambar undangan dari tangan kristine kemudian berlari mengejar Axel “Bye..bye...Kristine”sahut Dilon Sambil melambaikan tangannya. Kristine adalah junior Axel dengan jurusan yang sama sejak SMA, dia sudah menyukai Axel namun Axel tidak pernah memberikan kesempatan atau menanggapi perasaan kristine.
--------------
Arya memarkir mobilnya di depan Kantor dengan sigap andre sang asisten membukakannya pintu, seluruh karyawan menunduk ketika sang Ceo memasuki area kantor dan berjalan menuju ruangannya “Papa Udah datang “ arya duduk di kursi kebesarannya dan membuka dokumen yang tersusun rapi di atas menjanya “ sudah pak “ sahut sang Asisten “ tolong cek jadwal ku hari ini “ arya masih menandatangani dokumen dokumen didepannya, andre pun membacakan jadwalnya hari ini “oh iya pak besok pagi anda dan pak Komisaris di undang memberikan kuliah umum di Universitas S” arya mangalihka pandangannya ke Andre ” Tunggu dulu papa kayaknya nggak bisa hadir karena beliau ada acara keluarga di jerman dan berangkatnya nanti malam, jadi tolong konfirmasi dengan pihak kampus”
“Baik pak” kata Andre sang asisten.
-------------
Sore itu di lapangan basket dekat kampus Axel dan kawan2nya sedang bermain basket.
”bokap gue nyuruh gue masuk di perusahaannya” kata Dilon sambil mentrible bola dan melemparkannya ke ring “terus apa jawaban loe” tanya farel
“ ya gue bilang belum siap”mereka ngobrol masalah kemauan orang tua masing-masing agar mau mengurus perusahaan keluarga sambil saling mengoper dan melempar bola ke ring basket
“Lihat disana ada yang nyatakan cinta tuh” sahut salah seorang mahasiswa di sekitar lapangan basket
“eh itu kan si Erik yang jurusan Bahasa”kata mahasiswa yang satunya lagi, mendengar ucapan mahasiswa tersebut Axel dan kawan2 menghentikan permainannya sambil memperhatikannya dari jauh entah kenapa Axel merasa kesal dan marah melihat kejadian itu.
----------
Ayra dan Mila duduk di kursi taman kampus sore itu dan ketika akan beranjak pergi meninggalkan taman kampus tersebut tiba-tiba seorang cowok berdiri didepannya dengan memegang setangkai mawar merah ditangannya dan menyodorkannya ke arah Ayra
“Ayra maukah kau jadi pacarku, semenjak pertemuan pertama kita yang waktu itu gue terus memikirkan dirimu dan sepertinya gue jatuh cinta sama loe pada pandangan pertama” Ayra merasa kaget dan bingung harus menjawab apa
” gila nih cowok tiba-tiba nembak gue kenal juga nggak”gumam Ayra yang masih terdiam dalam kebingungan harus jawab apa-apa dan tiba-tiba
” maaf gue udah punya pacar " jawab Ayra asal karena itulah satu-satunya senjata ampuh Ayra menolak cowok yang nyatakan cinta padanya.
"kamu pasti bohongkan Ayra karena seluruh kampus tau kalau loe belum punya pacar " sahut Erik sambil tersenyum "siapa yang bilang gue belum punya pacar? gue pacaran sama Axel satu minggu yang lalu” Mila terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ayra
" kapan loe dan Axel ja... " belum sempat Mila melontarkan pertanyaan Ayra langsung membekap mulut Mila.
“gila loe Ra kenal Axel aja nggak, tau Axel yang mana juga nggak” gumam Ayra sambil nyengir
“ kalau gitu maaf deh tapi kalau misalnya loe putus sama dia gue siap kok jadi penggantinya” jawab Erik, Ayra dan Mila melangkahkan kakinya meninggalkan Erik yang masih berdiri mematung
“ Ra emang loe udah jadian sama Axel, sejak kapan, dan dimana kok gue nggak tau” celoteh Mila tanpa henti
“ya enggaklah Mil itu Cuma akal-akalan gue aja untuk nolak Dia, Kenal Si Axel aja Nggak, Tau Orangnya Yang mana Juga Nggak”
“tapi kok tiba-tiba sebut namanya tadi” kata mila keheranan
“ kan eloe yang selalu cerita tentang dia jadi ya.. keingat nama itu doang” Ayra menarik tangan sahabatnya untuk pulang karena udah hampir masuk waktu magrib pak Udin sudah ada di parkiran menjemput Ayra.
sahabatnya pun berjalan mengikutinya yang masih penasaran.
” hai kak Axel” sahut kristine yang tiba –tiba menghampiri Axel dan Temannya “ hai juga kristine “ jawab Dilon, kristine memanyungkan bibirnya karena yang membalas sapaannya adalah Dilon “ Kak Axel datang ya di pesta Ulang tahun ku, ya masih lama sih 3 hari lagi tapi aku mau yang penerima undangan yang pertama itu ya kak Axel “ sahut kristine sambil menyodorkan undangan ke arah Axel, tapi Axel masih tidak bergeming dan melangkahkan --------
Axel memarkir mobilnya di garasi dia melihat mobil papanya juga sudah ada disana
” papa tumben pulang cepat”gumam Axel
“assalamu alaikum” Dia berjalan memasuki ruang tamu dan memperhatikan sekeliling namun dia tidak menemukan siapapun kemudian ia berjalan menuju dapur “ Bi yem, mama sama papa mana” axel membuka kulkas dan mengambil sebotol minuman dingin dan meneguknya” lagi dikamar Tuan muda” Axel berjalan menuju kamar orang tuanya dan mengetuk pintu kamarnya “tok...tok....” Dia pun masuk
“Udah pulang Nak” mama Dela merapikan Baju papa bagas kedalam koper Axel duduk di tempat tidur orang tuanya
”ada apa son kok keliatannya nggak seperti biasanya” papa bagas membereskan dokumen-dokumen sesekali melihat Axel
” papa Dinas Luar kota lagi” axel membantu papanya mempersiapkan dokumen yang akan dibawanya
” papa ada meeting dengan klien di luar negeri, dan malam ini papa berangkat, kenapa mau ikut? Sekali-kali kekantorlah nak bantu papa” Pak bagas menepuk bahu anaknya
“ iya pa.. Axel pikir-pikir dulu, pa nanti aku yang antar ke bandara ya..”
“ nggak usah kan ada pak Tio “
“ nggak apa-apa, pa biarkan pak Tio istirahat sekali-kali”
siap-siap dulu sana” kata mama Dela
” kalau gitu Axel mandi dulu ya ma, pa” Axel keluar dari kamar orang tuanya dan bergegas ke kamarnya. Beberapa jam kemudian Axel dan pak bagas sudah siap-siap untuk berangkat
“ papa berangkat dulu ya ma” pamit pak bagas pada sang istri
“ aku juga ya ma “ axel mencium punggu tangan mamanya
”hati-hati ya nak jangan ngebut bawa mobilnya” mama dela menasehati Axel---
“ iya tunggu kak aku ikut dong” Ayra berlari menghampiri Kakaknya yang berdiri di samping mobil sedangkan kedua orang tuanya sudah berada di dalam mobil
“ ma seandainya Ayra tidak sibuk aku mau ikut...”kata Ayra sambil menatap kaca depan mobil
” ingatkan kakakmu jaga pola makannya jangan sampai sibuk bekerja lupa makan” sahut sang mama
” oke ma “ jawab Ayra.
Hampir satu jam perjalanan akhirnya Axel tiba dibandar papa bagas turun dari mobil di susul Axel
“pa di jerman berapa hari ?”
“mungkin sekitar 3 hari kalau meetingnya cepat selesai, makanya kamu bantuin papa di perusahaan xel”
“nantilah pa kalau axel udah kelar kuliahnya tapi dengan syarat basket tetap jalan”papa bagas hanya tersenyum melihat anak semata wayangnya itu.
Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi Ayra dan kedua orang tuanya juga sudah tiba di bandara, mereka berjalan memasuki bandara dari kejauhan Axel melihat Ayra memegangi tangan sang papa dan tersenyum
“pa aku beli minum dulu di sana” Ayra menunjuk minimarket yang tdk jauh letaknya, papa arif hanya mengangguk
”Ra kita tunggu disana ya” sahut kak Arya, Ayra hanya mangacungkan jempol tanda setuju
“Halo Pak bagas kebetulan sekali kita satu pesawat yah”
“iyah kebetulan sekali”
“ Ini pasti Axel “sahut mama Amira
“met malam tante” sahut Axel sambil mencium punggung tangan mama Amira
“dan ini Arya kan” ucap papa bagas
“malam om, hai..... junior” Arya memeluk Axel
“kalian saling kenal” tanya Papa Arif
“mas Arya seniorku di kampus om dan sekaligus teman satu club basket, ya Uda Pa aku antar sampai disini aja soal udah larut malam” Axel memeluk sang papa dan berpamitan dengan keluarga Papa Arif, berselang beberapa menit sepeninggalan Axel, Ayra muncul sambil menenteng beberapa minuman ringan
“Kak Arya mau” Ayra menawarkan minuman ringan kepada Arya, mama dan papanya
“ini putriku Ayra” ayra mencium punggung tangan papa bagas
” malam om...”
“ putrimu sangat cantik Rif” sahut pak bagas
“ mamanya juga cantik “ jawab pak arif, mereka mengobrol sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat. Tidak lama kemudian pesawat yg akan di tumpangi kedua org tua Ayra dan pak Bagas pun akan berangkat merekapun saling berpamitan
Ayra : hati2 ya ma, pa dan om Bagas juga
Mama Amira : iya sayang kamu baik2 ya di rumah
Ayra dan Arya : iya ma
Ayra dan Arya pun pulang dalam perjalanan pulang ayra mengamati ponselnya Krn ada email yg masuk
Mr. X : “ini lagu pengantar tidur untukmu” Ayra tersenyum menatap layar ponselnya sebuah email masuk dan mengalunlah lagu “My Everything” glenn Fredly
Ayra : “ makasih lagunya tapi akunya masih di jalan belum mau tidur” balas Ayra
Mr. X : “Oh ya..... emangnya kamu dari mana?”
Ayra : “habis antar mama sama papa ke bandara”
Mr. X : “ oh ya.... aku juga baru kesana, kalau begitu hati-hati di jalan dan selamat malam”
Obrolan merekan pun berakhir
Arya : siapa Ra?
Ayra: orang yang kuceritakan kemarin kak, yang sering kirimin Ayra lagu-lagu romantis
Arya : jadi ceritanya kamu punya pengagum rahasia nih.....
Ayra : entahlah kak
Arya : yang penting kamu hati-hati Ra mudah-mudahan dia bukan orang yg jahat Ra
Ayra : iya kak
Malam itu berjalan dengan indah bagi Axel.
flash back on
Di parkiran bandara Axel masih di dalam mobilnya dan memainkan ponselnya
“mungkin dia udah pulang” gumam Axel ia pun mengirimkan Ayra lagu dan beberapa pesan
“ternyata dia masih di perjalanan pulang, Ayra ternyata kamu Adiknya mas Arya” gumam Axel sambil senyum-senyum sendiri
“ Xel.....xel Kau benar-benar telah jatuh cinta” sahut Axel sambil melajukan mobilnya di tengah malam itu.
flash back off