Dad Stop Or Go..?

Dad Stop Or Go..?
3.Maaf


Lea mengajak jane membeli makanan dikantin, saat menuju kantin mereka tidak sengaja berpapasan dengan bie


" Jane.." Panggil bie membuat jane dan lea melotot bersamaan


" Iya.."


" Boleh aku minta nomor ponselmu " Ucap bie membuat jane gerogi


" Tentu saja bie... ini nomornya " Ucap lea menarik tangan bie dan menulis nomor jane ditangan bie


" Terimakasih lea.. jane aku kekelas dulu ya.. jangan lupa mengangkat telpon ku nanti malam " Ucap bie membuat lea akan pingsan sahabatnya dideketin oleh pangeran yang sangat tampan


" Lo apa apaan ngasih nomor ke dia nanti kalo daddy tau bisa marah "


" Tenang saja beri nama kontaknya dengan namaku " Ucap lea santai


" Iya iya... aku laper..."


Malamnya jane terus membawa hpnya takut jika saat bie menelpon dia tidak mengangkatnya


Drrrttt Drrrttt


" Halo jane ini aku bie.."


" Iya bie " Ucap jane malu malu


" Besok pulang sekolah mari kita makan direstoran italia" ajak bie membuat jane bingung jika derick tau dia pergi dengan laki laki pasti derick akan langsung marah


" Hmm Baiklah tapi sebentar saja ya.."


" Tentu saja.. Selamat malam jane "


" Selamat malam bie " Ucap jane langsung mematikan ponselnya


Tak lama jane ditelpon bie, derick masuk ke kamar jane membuat jane bergerak cepat menyembunyikan ponselnya dilaci meja belajarnya


" Siapa yang tadi menelpon " Tanya derick membuat jane takut


" Itu leaa.. dad " bohong jane tersenyum kearah derick


" Kemarin ponselmu " Ucap derick


Jane memberikan ponselnya pada derick dan derick melihat keponsel jane ternyata jane menamai kontak bie dengan nama lea


" Ya sudah tidurlah, selamat malam" Ucap derick keluar kamar


" Selamat malam dadddy" Ucap jane bernapas lega tidak ketahuan


Jane mulai dekat dengan bie walaupun dia harus bertemu diam diam dengan bie sehabis sekolah


Bie memang laki laki yang baik tapi jane merasa tidak mempunyai rasa apapun pada bie, jane hanya menanggap bie itu teman dan sekarang banyak murid yang mau berteman dengan jane karena jane dekat dengan siswa terpopuler disekolah


" Nanti jalan jalan yuk.." Ajak bie mendatangi jane dikelas


" Oke aku sama lea juga mau keluar belanja ke mall sekalian ya.." Ucap jane


" Iya tapi agak lama ya jalan jalanya masa setiap jalan cuma 1 jam "


" Hmm gimana ya entar daddyku marah kalo pulang sekolah lambat banget"


" ya udah gak papa aku balik kekelasku dulu ya.."


Pulang sekolah jane lea dan bie belanja dimall saking asiknya belanja jane sampai lupa waktu hingga terlambat 2 jam lebih


" Waduh gue pulang dulu ya udah jam segini " Ucap jane


" Aku antar ya jane" Tawar bie


" Gak usah bie aku naik taksi aja daa.." Ucap jane berlari keluar mall


Sampai rumah sudah ada derick yang memasang muka marah membuat jane hanya bisa kelimputan dihadapan derick


" Seneng ya habis jalan jalan sampai lupa waktu dan saat daddy telpon gak diangkat..." Ucap derick semakin membuat jane takut


" Maaf jane salah "


" Masuk dan jangan pernah berhubungan atau bertemu lagi dengan bie" Ucap derick


" Bie cuma temen jane kok, salahnya apa lagi kenapa jane gak boleh bertemu sama bie " Tanya jane membuat derick mendekatkan tubuhnya pada jane


" Kamu itu masih bocah dan berani beraninya sudah dekat dengan pria"


" Dad..."


" Kamu mau jadi perempuan murahan " Bentak derick membuat jane sakit hati dan segera masuk kedalam kamar sambil menangis


Satu satunya orang yang dimilikinya malah mengucapkan kata kata yang tak pantas untuknya


" Jane.." Derick masuk kekamar jane dikamar dan melihat jane menangis


" Maaf daddy salah bicara,daddy takut kamu salah bergaul " Ucap derick memeluk jane


" Iya daddy salah.. maaf.." Ucap derick memeluknya jane sampai jane akhirnya tidur dipelukan derick


Derick yang juga merasa sangat mengantuk dan melihat jane yang sudah tertidur lelap derick segera pergi kekamarnya untuk tidur


Jane bangun tengah malam kepalanya terasa pusing dan derick juga sudah tidak menemani jane dikamar , jane berjalan pelan mengambil obat yang ada didapur sambil mencari makanan tapi pengelihatanya semakin kabur dan kepalanya semakin pusing


bugghh


Derick yang haus akan mengambil air malah melihat jane yang sudah terbaring dilantai membuat derick panik dan langsung mengendong jane ke kamar


" Ricard cepat panggil dokter jane pingsan " Ucap derick menelpon ricard


" Baik Tuan"


Tak lama dokter datang dengan ricard terlihat derick sangat khawatir melihat jane seperti ini dericm merasa takut kehilangan orang yang berharga untuknya


" Bagaimana keadaanya " Tanya derick sambil mengelus kepala jane


" Jane kekurangan cairan dan suhu tubuhnya tinggi, aku akan menginfusnya dan memberikan obat, jika 24 jam panasnya belum turu aku akan membawanya ke rumah sakit" Jelas Dokter vee meminumkan obat untuk jane dan segera menginfus jane


" Dia akan segera sadar derick tenangkan dirimu " Ucap dokter vee mencoba menenangkan derick yang gelisah sambil memegangi tangan jane


"Dad.." Ucap jane bangun


" Yes littlel girl,.Kenapa tidak bilang ke daddy kalo kamu sakit daddy sangat khawatir"


" Maaf,.. daddy tadi marah marah jadi aku takut"


" Maaf daddy yang salah " Ucap derick mencium kening jane


Entah kenapa jane berdebar debar saat didekat derick jane merasakan sangat nyaman sekali saat derick memeluknya


" Dad apa kau merasakan sesuatu ?" Tanya jane


" Istirahatlah daddy akan menemanimu tidur disini" Ucap derick ikut berbaring dan merangkul jane yang membuat jane langsung terlelap kembali


Paginya jane merasakan tubuhnya sudah membaik dan sudah tidak melihat derick dikamarnya, jane duduk sambil mengambil air putih disampinya


" Tuan putriku sudah bangun.. ayo makan, aku akan menyuapi mu, aaaaa"


" Aeemm " Suara jane disuapi derick


Selesai makan jane memberitahukan derick untuk melepas infusnya karena sudah merasakan baikan


" Ingat jangan tidur telalu malam dan makanlah yang banyak dan bergizi yaa.." Nasihat dokter vee mendapatkan aggukan dari jane


Jane tidak masuk sekolah jadi dia menemani derick yang juga tidak bekerja dan membatalkan semua meeting karena ingin menjaga jane seharian


Sore tiba jane sangat suntuk dikamar terus jadi dia berjalan keluar kamar untuk mencari udara segar


" Mau kemana " Tanya derick


" Jane bosen ada dikamar terus, dad kalo jane sudah sembuh nonton bioskop yaa" Ucap jane


" Baiklah.." Ucap derick langsung mengendong jane turun


Saat makan jane terus saja memperhatikan derick jane sangat menyukai kasih sayang derick padanya, dia merasa mulai tertarik pada derick tapi itu akan memalukan jika terjadi apalagi mereka ayah dan anak


" Makan Jane apa mau daddy suapi " Ucap derick yang tau diperhatikan jane


" Gak perlu dad " Ucap jane langsung makan dengan lahap sambil tersenyum melihat derick yang juga makan dengan lahap


Malamnya jane menemani derick bekerja dikamar jane melihat foto masa muda derick dan juga ada foto derick dan kelly


Jane membandingkan saat usia derick 27 tahun dan sekarang tidak ada bedanya wajahnya sangat awet muda dan tetep tampan


Jane juga memperhatikan foto kelly yang sedang memeluk derick dari belakang, kelly terlihat sangat bahagia bersama derick dan senyum derick sangat terpancar saat bersama kelly


" Dad apa aku cantik seperti tante"


" Tentu saja kalian sama sama wanita jelas cantik " Jawab derick santai


" Dad aku bertanya sungguh sungguh " Ucap jane


" Kau lebih cantik sedikit dibandingan kelly, tapi kelly cekatan dan pintar dari pada dirimu " Ejek derick pada jane


" Daddy masih mencintai tante " Tanya jane


" Kelly sangat istimewa walaupun aku sering bersikap dingin padanya tapi dia tetep perhatian denganku" Jelas derick


" Tapi kenapa saat bersamaku daddy sangat hangat "


" Kamu berbeda darinya kamu spesial dan dia istimewa sudah jangan ganggu " Ucap derick tetap fokus dipekerjaanya


" Apa bedanya?" Guma jane melanjutkan melihat foto foto masa muda derick


Derick yang baru selesai bekerja melihat jane yang sudah tertidur sambil memeluk album fotonya dulu


" Mari ku antar kekamarmu bocah" Ucap derick mengendong jane