Clearesta

Clearesta
EPS 3


Clear terbangun karena dering ponsel miliknya yang sedari tadi berbunyi, sambil mengucak matanya, Clear meraih ponselnya dan melihat nama yang terterah disana.


hallo Cheal, ada apa?


Clear, kamu kemana aja kemarin kok ngak ke kampus,? sejenak clear terdiam, Clear......Clear...hallo Clear!


eh, iya Cheal? kamu bilang apa tadi?


kenapa ngak ke kampus kemarin, ada masalah apa?


Cheal, sebenarnya Rumah aku disita sama bank karenaa Sebelum papa meninggal papa sempat pinjam uang ke bank.


Terus sekarang kamu tinggal dimana, kenapa ngak cerita sama aku Clear? tanya cheal


Aku ngontrak sekarang cheal, sama bibi makanya kemarin ngak ke kampus, karena aku nyari rumah buat aku pindah, bank hanya ngasi waktu dua hari aja. jawab clear.


ya sudah, besok kamu ngamps kan? tanya Cheal?


ya cheal besok aku masuk kok.


ya sudah, sampai ketemu besok di kampus, sekarang kamu istirahat saja. pinta cheal pada clear.


bye cheal...... bye clear


Keesokan paginya, Clear sudah bersiap-siap untuk ke kampus, karena clear berencana untuk sehabis kelasnya, Clear akan mencoba mencari pekerjaan, karena clear tidak bisa mengharapkan tabungannya yang sudah iya pakai untuk membayar kontrakan serta membeli beberapah peralatan dirumahnya..


pagi Non clear, ayo sarapan dulu sebelum pergi kekampus, ini juga sudah bibi siapkan bekalnya buat Nona, biar tidak telat makan siang😊


maksih bi, jawab clear sambil menarik kursi dan duduk. ayo bi kita sarapan!


sambil sarapan clear berkata kepada bibi.


bi nanti clear pulang agak telat ya, clear mau coba cari kerja dulu pulang kampus, soalnya kan tabungannya clear udah dipake buat bayar kontrakan ini setahun sama keperluan kita berdua, Tapi non, sangga bibi


apa tidak Sebaiknya non clear sekarang fokus saja sama kuliahnya biar bibi yang kerja, nantu kalau non sudah selesai baru cari kerja.


clear: tidak apa-apa bi, selama ini clear selalu dapat apa yang clear mau dari papa dan mama, Sekalipun kita tidak sekaya keluarga-keluarga yang lain tapi clear tidak merasa berkekurarangan, tapi sekarang sudah berbeda, clear harus mandiri, harus bisa menghasilkan uang buat lanjutin kuliah sama makan sehari-hari jadi bibi tidak perlu kuatir, clear ngak papa kok.


ya sudah kalau itu sudah jadi keputusan non. tapi bibi juga akan cari kerja buat bantuin non clear.


Tidak, jawab clear dengan cepat, bibi tidak perlu nyari kerja lagi biar clear saja, bibi harus banyak istirahat, bibi sudah tidak mudah lagi, dan satu lagi mulai ekarang bibi jangan panggil aku dengan Sebutan Nona lagi! karena sekarang kita bukan majikan dan nyonya tapi kita berdua sekarang keluarga, bibik sudah aku anggab seperti orang tuaku dan bibi juga harus sama ya. biar Skarang ibu dirumah saja biar clear yang kerja, bibi segerah memeluk clear sambil menangis dan berkata boleh bibi mangil dan menganggab non clear seperti anak bibi sendiri? sambil membalas pelukan bibi clear mengiyakan bibi dengan anggukan kepalanya.


Clear melepaskan pelukannya dan berkata ibu, clear berangkat ke kampus ya, takut telat, iya Nak hati-hati ya, jangan lupa bekal makan siangnya dimakan ya, kata bibi


Dengan langka terburu-buru , clear berlari masuk kedalam kampus karena ia hampir terlambat sambil melihat jam ditangannya tanpa perhatikan jalan didepannya, tiba-tiba saja clear menabrak seseorang dan clear terjatuh ke lantai.


Brukkkk....


🌴TBC🌴