My Lecturer

My Lecturer
3.


...*******...


Kini David dan Adam sudah berada di dalam ruangannya.


"Adam kenapa tadi keluar gak nungguin Ayah?" tanya David lagi.


"Atam kan cudah bilang talau tadi tuh Atam tebelet pipis, untung ada kaka Maila yg bantuin Atam ke toilet nya" jawabnya.


"ya lain kali harus lapor dulu ke Ayah kalau Adam mau kamana-mana"


"Ciap tomandan, Atam cayaaang banet cama Ayah" ucap nya sambil memeluk leher David yg kini tengah berlutuh di depan Adam yg sedang duduk di atas kursi kerja David.


"Ayah juga sayang sama Adam, jangan buat Ayah khawatir lagi ya?" ucapnya sambil membalas pelukan Adam.


"Iya Ayah,, oh ya tadi itu kaka Maila baik banet sama Atam sampai betel nya kaka Maila di kasi ke Atam dan lasa nya itu enak banet tau yah " lapornya antusias.


"Oh ya sebentar lagi kita pulangan dan langsung ke rumah nenek yah?, kita nginap di sana mumpung besok libur" ucap nya pada Adam tanpa membalas perkataan Adam mengenai Maira.


"iya yah"


...********...


Sekarang David dan Adam sudah berada di dalam Mobil dan David langsung saja melaju keluar gerbang Kampus.


"eh yah!!! tundu dulu!" teriak Adam.


mendengar teriakan dari putra nya David pun menepi kan mobil nya untuk berhenti.


"Ada apa sayang kenapa teriak-teriak, lain kali Adam gak boleh teriak kayak gitu lagi, bahaya" ucap David.


"hehhe maaf Ayah Atam nda senaja" jawabnya.


"trus Adam teriak kayak tadi itu kenapa hmm?" tanya david lembut.


"Itu yah Atam Liat kak Maila lagi duduk cendili di halte itu" sambil menunjuk ke arah halte di seberang jalan.


David pun mengikuti arah yg ditunjukan oleh Adam, yah benar saja Amira kini tengah menunggu sesuatu di halte itu seorang diri.


"yuk yah kita ke tempat kaka Maila" ajak Adam


"ngapain sih sayang kita kan sekarang lagi mau kerumahnya nenek".


"Sebental aja Ayah pliss" ucapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangan nya memohon ke arah David.


"Atam kacian liat kaka Maila duduk dicitu cendilian" sambung nya.


"Ya sudah-ya sudah sekarang kita kesana"


"Yey,,,, telima kasih Ayah" Adam.


"ya sama-sama"


kini mereka berdua pun memutar balik kan mobil nya ke arah halte tersebut.


setelah sampai adam langsung memanggil Maira.


"kaka Maila!" sambil mengeluarkan kepala nya dari jendela mobil.


"ehh Adam" ucap Maira.


adam keluar dari dalam mobil diikuti oleh David.


"Adam ngapain disini hmm?" tanya Maira lembut


"tadi pas mau pulang Atam nda senaja liat ka Maila duduk sendili disini" Adam.


"oh gitu,, kaka disini lagi nunggu angkot sayang" jelasnya


"kaka mau pulang ya?" Adam


"enggak sayang, kaka nunggu angkot soal nya kk mau ke restoran dulu" Maira


"kaka mau makan disana?" Adam


"hehe kaka enggak mau pergi makan sayang, tapi kaka di sana kerja" Maira


"Kamu kerja di restoran?" tanya David


"eh,,iya pak saya kerja paruh waktu di restoran, yah itung-itung buat mencukupi kebutuhan saya sama nenek saya pak" Maira


"Orang tua kamu kemana?" David


"Sudah lama meninggal pak" Maira


"Maaf saya tidak tau" David


"iya pak gkpp" Maira


"ya sudah mari saya antar ketempat kerja mu"


"tidak usah pak, saya bisa sendiri kok" Maira


"jam segini angkot sudah jarang lewat"


"oh gitu yah pak, soal nya saya baru pertama kali nungguin angkot jam segini jadi saya tidak tau"


"Ayo kak balengan sama Ayah aja" Adam


"Yasudah,, terimakasih pak maaf merepotkan" Maira


"iya tidak apa-apa" David


Maira membuka pintu penumpang


"Yah Atam di belatang aja yah sama kaka Maila" izin Adam


"ya udah"


mereka pun langsung masuk kedalam mobil.


"kamu sudah lama bekerja di restoran itu?" David


"lumayan lah pak udah mau setahun" Maira


"Gaji kamu berapa perbulannya?" David


Maira terdiam sebentar


"eh maaf kalau saya menanyakan hal yg privasi" David


"eh tidak apa-apa kok pak bukan hal yg privasi juga, gaji saya di restoran perbulan satu setengah jutaan pak, itu kalau pelanggan rame, kalau sepi kadang-kadang bisa satu juta atau enggak delapan ratus perbulan pak" Maira


"emang itu cukup buat kebutuh nenek mu sama kamu selama sebulan?" David


"enggak sih pak, tetapi tetap bersyukur aja mungkin segitu dulu rezeki yg diberikan oleh Allah pak" Maira


"terus kuliah kamu? maaf kalau saya terlalu banyak bertanya"David


"iya pak tidak apa-apa, kalau kuliah Alhamdulillah saya mendapat kan beasiswa sampai lulus pak"


"hmmm gitu" David


"kamu mau nggak kerja sama saya?"lanjutnya


"kerja apa pak?" Maira


"ngerawat adam" David


" insyaallah pak tapi saya bisa kerja nya dari jam 2 an pak" Maira


"tidak apa-apa itu tidak masalah" David


"eh yg bener pak?" tanya nya antusias


"iya, dan besok kamu sudah bisa mulai bekerja"


"Alhamdulillah terimakasih banyak pak"


"hmmm"


tak terasa kini mereka sudah sampai restoran tempat tujuan maira.


sepanjang perjalanan mereka terus saja ngobrol dan Adam hanya diam dan sedang asik memainkan game nya sambil tiduran diatas paha Maira.


"Terimakasih pak, maaf sudah merepotkan"


"hmmm tidak apa-apa" jawab David


"Adam sayang kaka kerja dulu yah, besok kita main lagi ok?" Maira


"yg benel kak, besok kaka batalan main ladi sama Atam?" Tanya Adam


"iya sayang besok kita main lagi :)"


"yeeeyy janji ya" sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Maira


"iya sayang kaka janji" dan maira langsung mengaitkan jari kelingking nya.


"mana nomor telepon mu, biar nanti saya gampang ngabarin kamu" sambil menyodorkan hp nya


"oh iya pak" Maira langsung mengetikkan nomor telepon nya di hp David.


"ya sudah pak saya keluar dulu" Maira


"hmm"


Maira langsung keluar dari mobil david.


dan Adam juga berpindah ke jok samping Ayah nya, David pun langsung melajukan mobil nya.


...*********...


...**Segini dulu yah guys...


...Sampai juma di eps selanjutnya...


...PAPAY**...