My Lecturer

My Lecturer
11.


...Selamat Membaca...


...****************...


ia duduk dan langsung memegang tangan Maira.


Maira yang mendapat perlakuan tersebut tentu saja kaget, ia segera ingin melepas kan tangan nya dari tangan David, tetapi gerakan nya kurang cepat, David memegang tangan Maira dengan erat sehingga Maira kesulitan untuk melepaskan tangan nya.


"p..pak..ini maksud nya ap..apa?" ucap nya dengan gugup


...**********...


" saya minta maaf atas perlakuan saya sama kamu, saya begitu karena saya gak suka liat kamu dekat-dekat dengan cowok lain" ucap David sambil menunduk


Jujur David baru kali ini bersikap seperti itu kepada seorang wanita 'meminta maaf duluan, dan merendahkan dirinya seperti saat ini' bahkan dengan mantan istri nya pun ia tidak pernah melakukan hal tersebut, entah kenapa melihat Maira yg menjauhinya David merasa frustasi karena di abaikan oleh gadis itu


"maksud bapak?" tanya Maira bingung


"entah kenapa melihat kamu dengan cowok lain begitu dekat saya benar-benar tak suka" jelas David.


"emmm..ap..apa bapak cemburu" tanya Maira dengan hati-hati.


Deg...


David pun langsung berfikir, apakah ia kini sudah cinta dengan gadis di depannya, tapi


'mana mungkin aku semudah itu mencintai seseorang yang belum lama ku kenal'


"cih mana mungkin saya cemburu" ucap nya arogan.


"kalau bapak tidak cemburu, terus kenapa bapak tidak suka melihat saya dekat-dekat dengan cowok lain" kata Maira


"y...ya..itu...ah sudah lah, intinya kamu gak boleh dekat-dekat sama cowok kemarin, nanti Adam bakalan marah" ucap nya dengan membawa-bawa nama Adam yg tidak tau manau apa-apa, dan ia pun langsung berdiri dan bergegas meninggal kan ruang kerja.


sedang kan Maira masih saja terdiam.


"apa hubungan nya Adam marah gara-gara gue dekat sama kak Riyan, padahal pas main di taman kemarin justru Adam senang-seneng aja tuh main bareng kak Riyan" gumam nya


"ah sudah lah, bodo amat" Maira pun segera menyusul Adam yang tadi ia suruh menunggu di dalam kamar sebelum ia menemui David.


...******...


cklek..


Maira menghampiri Adam yang kini tengah asyik berkutat dengan mainan robot-robotan nya.


"anak mamah udahan dulu yuk mainnya, Adam bobok siang dulu yah"


"iya mah, tunggu sebental Atam belesin mainannya dulu yah mah" ucap Adam dan langsung membereskan mainan nya dan di bantu oleh Maira.


"udah yuk" kata Maira


mereka pun segera berbaring di atas tempat tidur Adam


"mah peluk" ucap nya manja


Maira segera memeluk tubuh mungil nan berisi Adam.


"kenapa lagi sayang hmm?" tanya Maira


"mah nanti pas bangun Atam pengen matan es tlim, pliiss" ucap nya memohon


"iya-iya nanti mamah bikinin es cream kesukaannya Adam ok"


"yey...ok mah"


"Atam sayaaaaaang banet sama mamah" ucap nya sambil memeluk erat tubuh Maira


"mamah juga sayang sama Adam, tapi sekarang Adam tidur ciang dulu ya" ucap nya sambil mengelus lembut rambut Adam.


Adam pun langsung memejam kan mata nya.


setelah beberapa menit Maira melihat Adam yg kini sudah tertidur pulas, ia bangkit dengan gerakan pelan turun dari ranjang.


Maira pun langsung bergegas menuju ke Dapur untuk membuat kan pesanan nya Adam.


saking fokus nya Maira sampai-sampai tidak menyadari David yg kini tengah duduk di pantry sambil terus menatap ke arah Maira yg kini tengah berkutat dengan Alat-alat dapur.


di saat Maira membalikkan badan nya, ia berniat mengambil susu di dalam kulkas yg berada di samping pantry tepat di belakang nya.


ia langsung terkaget, mendapati sosok David yang kini tengah menatap nya dengan gelas yg berisi jus di tangan nya.


"sejak kapan bapak di situ, ah..bikin orang jantungan saja"ucap Maira sambil memegang dada nya karena kaget.


"sejak kamu nyanyi dengan suara fales mu itu" ucap David


,sialan berarti dia sudah sejak tadi di situ, aish,,,malunya'


"eh...hehe maaf pak tadi saya keasyikan sampai-sampai tidak menyadari bapak datang" ucap nya kikuk.


"emang kamu lagi ngapain?" tanya David


"lagi membuat es cream untuk Adam pak"


"hmm..apa bapak juga mau, biar saya sekalian buat kan" tanya Maira


"saya tidak suka makan makanan yg manis" ucap David.


"tapi kalau bapak mau, nanti saya buatkan yg tidak terlalu manis"


"yasudah"


"bapak Mau yg rasa apa?" tanya Maira


"terserah kamu saja" ucap nya.


Maira pun langsung membuat kan es cream untuk bapak, anak tersebut, dan David juga sudah kembali ke dalam kamar nya.


...***********************...


...Sampai Jumpa di Next Episode Yak...


...PAPAY 👋🏻...