My Lecturer

My Lecturer
2.


...*********...


"Waahh macakan kak Maila enak banget" Adam


"Hehhe makacih sayang" Maira


"Emang tadi pagi Adam gak makan kah?" tanya Maira


"Matan cih kak tapi lapal ladi hehe" ucapnya cengengesan


"hmm kamu lucu sekali sayang" sambil menoel hidung Adam


"butan cuma lucu aja kak tapi Atam juda tampan sepelti Ayah" Adam


"wahh ternyata Adam anak nya super narsis ya" Maira


"hehhee tapi itu kata nenek nya Atam kak" dijawabnya dengan cengiran.


sedang kan David masih sibuk mencari putra nya, sudah hampir seluruh penjuru kampus itu digeledah nya tapi belum juga ditemukan.


"kamu kemana sih Dam Ayah khawatir kamu kenapa-napa" Ucap David dengan raut muka khawatirnya.


"aakh,,hampir seluruh kampus ini sudah ku telusuri tetapi belum juga ketemu"geram nya frustasi.


"oh ya tinggal taman belakang yg belum ku periksa" David pun segera bergegas menuju ke Arah taman belakang.


Dan sampai di sana benar saja ternyata Adam sedang asyik bermain dengan seorang wanita.


"Jangan dekat-dekat dengan anak saya!!," teriak nya.


Maira dan Adam pun langsung melihat ke arah David.


"Kamu berniat menculik anak saya hah!!" teriak David.


"Ti,,i,tidak pak" ucap Maira dengan suara yg gugup karena ia ketakutan melihat tatapan David yang menurut nya sangat mengerikan.


"Lalu kenapa Adam bisa berada di sini sama kamu hah!!" ucapnya dengan dipenuhi emosi


"Ayah tenapa mala-mala? sih" tanya Adam.


David langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Adam


"Kamu gakpp kan sayang?, mana yang sakit hmm??" sambil memutar tubuh Adam.


"Atu ndapp Ayah, dan nda ada yg cakit juda" jawab Adam dengan suara yg imut.


"Ayah janan mala-mala sama kaka tantik, tadi tu Atam kebelet pipis tlus Atam lali telual cali toilet, telus nda senaja Atam tablak kaka tantik, dan kaka tantik juga yg bantu Atam untuk peldi ke toilet Ayah" ucap Adam panjang lebar.


"kan diruangan Ayah juga ada toilet sayang ngapain kamu cari toilet diluar"


"tan Atam nda tau Ayah,," jelasnya.


mendengar penjelasan dari Adam David pun merasa bersalah terhadap gadis itu karena sudah marah-marah tanpa tau dulu kebenarannya.


"setalang Ayah tepetan minta maaf tama aka cantik" suruh Adam.


"maaf karena saya sudah mara-marah sama kamu" David


"iya pak gkpp kok, saya juga minta maaf karena ngajak Adam ke sini tanpa seizin bapak" ucap Maira


"Yasudah saya balik dulu pak, soalnya sebentar lagi ada kelas" Maira


"hmm" gumam David.


"Adam kaka ke kelas dulu yah :)"


"iya ka tapan-tapan Atam oleh tan main ama kaka ladi?" tanya nya dengan tatapan imutnya.


"Boleh kok sayang, kaka juga seneng kalau main sama anak pintar kayak Adam" ucap Maira sambil mengelus kepala Adam.


"ya sudah kaka pamit dulu yah" Maira


"Iya kak sampai jumpa ladi ya papay" sambil melambai kan tangan nya.


"Papay:)" Maira. Maira pun langsung berjalan dengan setengah berlari karena kelas nya akan dimulai sebentar lagi.


...******...


"Ayo nak kita juga balik ke ruangan Ayah" David


"Ayo yah" balas Adam


pas di koridor David bertemu dengan ibu Jihan salah satu dosen tercantik di kampus nya karena ia mempunyai bodi yg bisa dibilang wow dan juga baju yg sering ia gunakan rata- rata kekurangan bahan maka dari itu ia banyak di idolakan oleh kaum pria di kampus nya


tetapi hampir semua seisi kampus juga tau kalau bu Jihan sangat mendambakan sosok David.


"loh pak David, ini anak siapa, anak bapak yah??" tanya bu jihan


"hmm iya ini anak saya bu" David


bu Jihan langsung berjongkok di depan Adam


"Anak ganteng nama nya siapa hmm??" tanya nya lembut sambil mencolek dagu Adam.


"janan pedang-pedang Atam nda cuka" sambil mengelap bekas colekan bu Jihan.


*cih dasar bocah sialan, coba kalau kamu bukan anak nya pak David sudah saya pites-pites kamu* ucap nya dalam hati.


"Adam gak boleh gitu" ucap David


"hehe gkpp pak nama nya juga anak kecil" jawab bu jihan


"ya sudah kalau gitu bu kami balik dulu ya" David


"eh iya pak, saya juga bentar lagi ada kelas" ucap Jihan.


sedangkan David Juga langsung menuju ke ruangan nya.


...***********...


...segini dulu yah guys,,...


...sampai ketemu di eps selanjutnya...


...PAPAY...