
Hari hari telah berlalu tapi cristin masih tetap tidak sadarkan diri alexa masih setia menunggu kesadaran cristin ia berharap agar cristin cepat melewati masa koma nya.setiap hari alexa selalu menemani cristin dan teman temannya juga bergantian untuk menemani alexa karna masih banyak urusan penting.
Aldo sudah mendapatkan informasi dari anak buahnya dan memang benar jika justin lah pelakunya sebenarnya aldo sudah geram ingin menghabisi justin tapi karna justin itu masih sepupunya cristin aldo jadi tidak tega melihat bagaimana keluarganya nanti...tiba tiba saja dari belakang ada yang memeluk aldo ia segera berbalik ternyata arsya yang tengah memeluknya aldo juga membalas pelukan itu sesekali aldo mencium puncak kepala arsya.
"Aldo gimana keadaan cristin sama alexa"tanya arsya lalu melepaskan pelukannya pada aldo
"Ya begitulah cristin masih belum tersadar dari komanya sedangkan alexa dia sulit untuk diajak makan"jelas aldo arsya hanya menghela nafas
"sya coba sana bujuk alexa buat makan kasian aku liatnya dia nampak kurang semangat dan agak kurusan"kata aldo arsya hanya mengagguk paham lalu masuk ke ruangan cristin ia terkejut mendapati alexa yang tengah menggenggam tangan cristin dan menangis.
arsya pun berjalan mendekati alexa benar kata aldo alexa makin kurusan dan sekarang di matanya terdapat cekungan hitam seperti mata panda.."alexa kita makan dulu dari kemarin kamu belum makan kan"ucap arsya lirih
alexa menggeleng dengan pelan bahwa saat ini dia tidak mood untuk makan..."kamu mau nanti kalau cristin udah sembuh terus dia marah marah karna melihat kekasihnya yang gak mau makan"bujuk arsya alexa menggeleng dengan pelan
"kita makan dulu ya"ucap arsya lagi alexa pun hanya menggangguk.untung tadi sebelum kesini arsya sempet pesan delivery kini mereka berdua sedang menunggu di luar ruangannya cristin...
"maaf dengan mbak arsya"ucap petugas delivery
"saya sendiri"jawab arsya kemudian petugas delivery itu pun memberikan makanan dan langsung dibayar oleh arsya..mereka bertiga pun sarapan di kantin rumah sakit karna hari ini tugas yang menemani alexa itu arsya sama aldo besok baru kelin sama leon dan besoknya lagi prili sama thomas itu berlaku sampai cristin sadar dari koma kadang kadang kedua orang tua alexa datang untuk menjenguk mereka khawatir akan kesehatan alexa karna alexa tidak merawat dirinya dengan baik...
Usai sarapan mereka pun balik ke dalam rumah sakit aldo dan arsya menunggu didepan ruangan cristin sedangkan alexa masuk ke dalam ruangan tersebut...
"huft...akhirnya lexa mau makan juga"keluh arsya aldo menautkan alisnya "emang kenapa?"tanyanya arsya pun menceritakan semua nya aldo hanya menggeleng tidak percaya jika setulus itukah cintanya alexa ke cristin padahal dulu alexa sangat membenci cristin dan sekarang benci itu berubah jadi cinta
"emang ya cinta itu merubah segalanya"ucap aldo arsya hanya mengangguk setuju
Alexa menatap wajah tampan cristin yang masih setia memejamkan mata entah sampai kapan mata itu akan terbuka
"cris cepatlah sadar aku sangat merindukanmu"bisik alexa ke telinga cristin lalu mengecup kening cristin dan air mata itu jatuh lagi kini malah mengenai pipi cristin alexa sudah tidak bisa lagi mengontrol tangisannya kini ia menangis tanpa suara hanya air mata yang selalu menetes alexa selalu menggenggam tangan hangat cristin ia butuh sandaran sebenarnya...
"cristin aku mencintaimu sangat mencintaimu"ucap alexa yang masih menggenggam tangan cristin dan menciuminya punggung tangan cristin hanya do'a yang selalu alexa panjatkan bahkan alexa kurang tidur sekarang wajahnya terlihat sangat lelah meskipun alexa disuruh pulang hanya untuk istirahat saja ia bersikeras tidak mau meninggalkan cristin...
alexa yang sekarang sangatlah berbeda dengan yang dulu sekarang ia nampak lebih murung berbeda dengan yang dulu ia dulu sangatlah ceria
Kadang alexa tertidur dengan keaadan duduk dan masih setia menggenggam tangan cristin ia berharap agar cristin cepat sadar dan cepat sembuh...
"sampai kapan kamu akan tetap menutup mata apa kamu sudah bosan melihat wajah cantikku yang sekarang berubah jelek"gumam alexa
1 bulan telah berlalu menurut prediksi dokter sebulan cristin akan sadar dari komanya tapi sekarang cristin masih memejamkan mata...
Hari ini yang menjaga adalah leon dan kelin dari rumah tadi kelin sudah menyiapkan makanan untuk sarapan bahkan sampai kelin datang ke rumah sakit ia belum sarapan...
kelin berjalan menelusuri lorong rumah sakit dengan jalan tergesa gesa setiba di depan kamar cristin ternyata leon sudah datang lebih dulu "kamu udah makan"tanya kelin leon hanya menggeleng ia meletakkan makanan yang ia bawa tadi di kursi panjang yang berada di depan kamar ICU itu...
kelin pun masuk ke dalam ruangan itu kemudian ia berusaha membujuk alexa untuk makan usaha kelin tidak berakhir sia sia alexa pun mau untuk sarapan...
usai sarapan alexa kembali ke dalam sedang kelin duduk disamping leon "elin"ucap leon "siapa elin"tanya kelin ia sebenarnya jengkel ketika leon menyebutkan nama wanita lain selain dirinya
"elin itu kamu itu nama panggilan sayang dari ku"jelas leon kelin hanya ber "oh"ria "jika suatu hari nanti kita nikah kamu mau gak hidup di negara dimana aku dilahirkan"tanya leon "mau lah "jawab kelin dengan penuh semangat "sebenarnya kami semua sudah merencanakan untuk membawa kamu,alexa,dan prili ke negara dimana kami lahir"jelas leon dengan wajah serius mereka berdua berbincang bincang bahkan saling bercanda...
Alexa masih setia menggenggam tangan
hangat cristin ia sangat lelah hari ini
akhirnya ia terlelap tertidur tanpa ia sadari
tangan cristin mulai bergerak gerak sedang
alexa tidak tau karna ia sangatlah lelah dan
akhirnya kedua mata cristin pun terbuka ia
melihat kekasihnya yang tengah tertidur
sambil memegang tangan nya "alexa"ucap
cristin lirih alexa yang mendengar namanya
dipanggil ia langsung terbangun dari alam
mimpinya ia sangat terkejut melihat cristin
udah bangun dan air mata itu kembali
menetes dengan sigap cristin menghapus air
melihat cristin yang udah bangun dari tidur
panjangnya"gumamnya lirih tapi cristin tetap
mendengar dengan jelas cristin pun
menggapai tangan alexa dan
menggenggamnya alexa hanya terbengong
ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
setelah cukup lama akhirnya alexa tersadar
dari bengong dia melihat wajah cristin mulai
dari mata hidung dan berakhir sebuah bibir
yang pucat mengembangkan senyuman
hangat alexa langsung memencet tombol
darurat disamping ranjang cristin dan
dokterpun datang dengan beberapa perawat
ia mengecek kondisi cristin ternyata benar
cristin sudah siuman alexa sangat bahagia
mendengar penjelasan dokter
Kelin dan leon pun masuk kedalam untuk
melihat keadaan cristin ternyata benar kata
dokter cristin sudah siuman..."cristin lihat
noh pacar lo bandel kalau disuruh makan"leon mengadu ke cristin dan langsung mendapat tatapan tajam dari alexa
"paan sih orang gue juga makan kok"bela alexa dengan sedikit cemberut
"kalau gak dibujuk dia gak mau makan"tambah kelin
"dasar lambe turah "umpat alexa dalam hati berbagai sumpah serapah ia lontarkan untuk kelin dan leon
"**** ngadu"cibir alexa
"bener kamu gak mau makan"tanya cristin ke alexa
"makan kok siapa bilang gue gak makan"bela alexa
"alah mau makan tapi harus di bujuk dulu "saut kelin..
"kampret bener ni si kelin main ngadu ngadu segala coba"umpat alexa dalam hati...
"apaan sih kok jadi nyudutin gue gini ya"ucap alexa dengan nada kesel
"siapa suruh susah makan,padahalkan aslinya takut kalau cristin tau"ucap kelin dalam hati sekarang malah alexa yang ngambek dari tadi di pojokin mulu...
"al dari tadi aku perhatiin kamu kamu kok agak kurusan ya"tuduh cristin
"eng..engg..enggak kok salah liat kali"ucap alexa gagap
"kamu berapa hari disini"tanya cristin
"setiap hari gak kurang"saut kelin dan langsung dihadiahi tatapan tajam dari alexa kini malah cristin yang merasa bersalah ke alexa
"al maafin aku ya gara gara aku kamu jadi gini"ucap cristin dengan nada sendu
"apaan sih minta maaf segala lo tu gak usah pake acara minta maaf segala deh "jawab alexa dengan wajah tidak suka
"apaan coba pake minta maaf segala"gerutu alexa ia tidak suka jika cristin terus terusan minta maaf