Dear Asti

Dear Asti
MY STORY 6 (SAD MOMENT)


Hari berikutnya , aku menjalani kehidupan ku dengan penuh semangat dan ambisi .


#WARUNG SI EMAK.


Waktu itu jam istirahat kedua , jadi aku ikut berkumpul dengan teman teman ku di warung si emak seperti biasanya .


Semua personil sudah berkumpul , ya siapa lagi kalo bukan teman teman sekelasku .


Aku tak sengaja mendengar kalo wildan sedang membicarakan asti dengan yang lainnya.


" ya.. semenjak putus ma gua.. si asti jadi pelit.. jadi gak pernah ngasih gua contekan lagi" ucap si wildan kepada yang ada disitu .


" lo sih... gak bener dulu pacaran ma dia" ucap si bani sambil menghisap rokoknya .


Disitu aku baru mengetahui ternyata si wildan adalah mantan pacarnya asti selama ini .


Pantas saja waktu itu , si putri bilang gini " ti , jangan gitu ke mantan teh" .


" berapa bulan kalian pacaran wil" tanya ku kepada wildan .


" hampir 3 bulan "


" terus kenapa putus " kembali aku bertanya.


" gua bosen , gak bisa di apa apain.. so alim dia.. ya gua putusin aja "jawab wildan dengan sombongnya .


Aku hanya menganggukan kepala dan seolah olah percaya akan perkataannya .


" tapi , sekarang dia pacaran ma sodaranya sendiri gus " ucap wildan yang membuatku kaget.


" masa iya.. pacaran ma sodara sendiri" jawabku yang penasaran dan gak percaya.


" beneran , dia kan pernah putus tuh sama sodaranya dulu, terus gua pacarin , eh pas udah putus ma gua , malah balikan ma sodaranya.. gilakan " ucapnya dengan terus terang.


Aku hanya kembali menganggukan kepala dan seolah percaya padanya . Meski aku merasa penasaran dengan perkataan wildan.


Setelah selesai merokok , kami semua langsung pergi kembali masuk sekolah lewat gerbang belakang .


----------


Aku dan asti semakin dekat , dan semakin dekat. Aku mulai merasa kalau dia juga nyaman berada di sampingku .


#MALAM ITU..


ASTI CHATING WHATSAPPS


" Gus "


" kenapa ti"


" gapapa , kirain gabakalan nge chat"


" ih.. kangen yaa"


" haha... iya kangen "


" tuhkan ngaku"


"Kangen pengen nonjok..hahaha"


" gua talak 3 mau lu"


" sini gak takut.. tinggal cari aja yang lain"


-------


Malam itu sangat berwarna , dan penuh dengan bunga bunga di otakku. Alangkah indahnya rasa jatuh cinta .


Aku kembali menuliskan sebuah diary tentang dia, yang membuatku merasa terbang sekarang.


"DEAR ASTI


ADA RASA YANG SEMAKIN PENUH DAN INGIN MELEDAK DALAM BENAKKU . ENTAH KAPAN AKU AKAN MELEDAKAN RASA ITU .


DARI KU ,YANG SEDANG BERJUANG" .


Selepas itu , aku langsung tertidur dengan nyenyak di kamarku sendiri.


--------


#SEKOLAH


"Kenapa banyak sekali tugas hari ini" kataku kepada putri yang sedang duduk di sebelahku.


" ya namanya juga sekolah gus , kalo dah bosen keluar aja " jawab putri sambil melanjutkan menulis.


" yaelah , keluar lagi.. kapan lulusnya dong" jawabku sambil mengeluh .


" nih .. mau liat gak " ujar asti yang menyodorkan buku matematikanya kepada ku.


" emm.. gimana ya... sebenernya aku juga bisa sih" ujarku yang berlaga so bisa padahal kagak bisa sama sekali.


" ya udah kalo ga mau "


" eh , jangan gitu.. di karnakan kamu maksa.. ya udah sini .. hihi" aku langsung menarik bukunya dari tangannya.


"Dihh...hahaha.. sosoan luu" jawab dia dengan menyindir .


Tak lama , putri meminjam ponselku , katanya sih buat searching ke mbah google. Ya aku kasihin ponselku ma dia .


Tapi lama kelamaan , aku curiga dengan tingkah putri yang senyum senyum sendiri sambil melihat ponselku, terus sesekali melirik ke arah ku.


" wahh.. ini mah.. sudah melanggar hak asasi manusia " gumam ku .


Aku langsung menarik ponsel ku , dan benar saja , dia sedang membaca chatingan ku dengan asti .


" waduhh... biang kepooo.. dasarr" kata ku kepada putri .


" widihh.... ada yang cinlok nih , jangan di talak 3 dong kasihan tau.. hahaha" ucap putri dengan tertawa puas .


Aku lansung membalikan badan dan menyimpan ponselku di kantung seragamku . Aku melihat ke arah asti yang tertunduk senyun senyun sendiri.


" ngapain senyum senyum" tanya ku kepada asti.


" hemmm ...." dia melirik kepadaku terus mengalihkan pandangannya lagi ke arah bukunya.


" jadi ini ya.. kalo wanita lagi pengen di manja" gumamku di dalam hati .


"Asti jangan gituu... nanti di talak 3 sama bagus mauu.. hahaha" ucap putri yang tiba tiba menimpa pembicaraan ku.


Aku hanya terdiam dan tersenyum kecil .


---------


Bel pulang sekolah sudah berbunyi , aku dan putri pulang duluan dan naik angkot bersama .


Di dalam angkot , putri membuatku jenuh dengan seribu pertanyaannya .. haha!!


" gus ko bisa deket ma asti"


" gus ko pdkt nya ma asti sih"


" terus puput mau kemana in


" gus tembak atuh"


" gus dari kapan chatingan ma asti"


" gus.. ih.. gusss"


" ya tuhan... tolong lenyapkan orang orang seperti putri ini , tapi putri jangan karna dia sodaraku... yang lainnya aja.. karna itu bisa membuat dunia hancur " gumamku di dalam hati.


--------


" akhirnya , sampe rumah juga " gumamku.


" hati hati ya " kata putri yang masih dalam angkot.


" haddeh... yayaya...bayy" aku langsung pergi ke arah rumahku dengan selamat dan damai.


Untung saja supir angkotnya profesional , kalo gak , bisa pecah gendang telingaku dengerin putri terus bicara .


#20.00 WIB .


ASTI CHATING WA


" Tii "


" kenapa gus "


"tugas sosiologi gimana "


" oh iya.. nanti aja lah.. males gak ngerti juga.. hihi "


-------


Setelah banyak basa basi , aku bingung untuk mengungkapkan semuanya , harus mulai dari mana dulu gitu .


" ti "


" kenapa lagi"


" bagus suka ma kamu"


" hahaha... gak usah nge prank deh.. dah basi gus"


" yaelah.. orang serius di kira nge prank"


" haha... jangan becandaaalahh..."


Disitu aku agak sedikit kesal dengan balasan chatingan asti yang seolah olah ,mempermainkan ku .


" tii.. ihh .. aku seriuss "


" sumpah.. demi apa"


" demi kamu.."


" haddehh"


" beneran ti !, bagus suka ma asti , mau jadi pacar bagus "


Aku disitu deg degan karna takut di tolak , kalo dah di tolakan malu . Disitu asti lama membalasnya . Aku pun membuat perjanjian dengan diriku sendiri.


" jika aku di terima , aku akan semangat dan fokus , yang pastinya aku akan ranking ke 1, .. tapi.. kalo aku di tolak.. aku akan keluar sekolah.. karna maluu.." gumam ku sambil berhayal.


Tak lama asti membalas chatingan ku .


" gus , gimana ya "


" gimana apanya "


" asti bingung gus"


"Bingung kenapa.. kamu dah punya pacar ya"


" engga.. asti ga punya pacar"


" teruss kenapa"


" jujur aja ya.. "


" iyaa kenapa"


" asti juga nyaman kalo di deket bagus"


" ya terus.. masalahnya apa"


Disitu asti lama membalasnya , seperti benar benar kebingungan , tapi entah apa yang membuatnya bingung


" asti bingung gus.."


" ya kamu tinggal jawab aja.. terima bagus apa enggak ... supaya bagus tenang kalo dah dapetin jawabannya"


"Mmm.. kita jalanin dulu aja ya.. asti belum siap"


" jadi.. maksudnya.. kamu nolak aku"


" bukan gitu gus.. kita kan baru beberapa hari deket , kita jalanin dulu aja ya.. kita lihat kedepannya gimana nanti "


" ya itu.. tandanya kamu nolak bagus secara perlahan ti"


"Please.. gus.. kita jalanin dulu aja.. yaa"


" ya sudah.."


Disitu aku tertunduk lesu dan mendadak lemas. Tapi asti tidak menolak ku , berarti aku masih punya harapan untuk mendapatkannya.


Aku langsung mematikan ponselku dan bergegas tidur , karna takut kesiangan .