CEO Girlfriend

CEO Girlfriend
Episode 7


[Di perusahaan]


Selesai berkenalan Rony pergi ke ruangan nya untuk lanjut bekerja. Kini hanya Sean dan Yuna yang berada dalam ruangan direktur.


" Setelah bekerja ikut aku ke pesta dansa" ucap Sean sambil lanjut mengerjakan tugas nya


"Kenapa aku harus ikut pesta dansa dengan mu?"


"Tentu saja untuk jadi pasangan ku"


"Ha?! Kenapa harus aku?!" teriak Yuna


"sudah ikut saja"


"Ga Mau!" Teriak Yuna sambil berjalan pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya


[Sorenya]


"Hah...akhirnya selesai juga" ucap Yuna sambil meregangkan tangannya dan bersandar di kursi


"Sudah selesai?" tanya Sean


"ya, sudah"


"kalo gitu ayo ikut aku"


"Kemana?!"


"Sudah ikut saja" ucap Sean sambil menarik tangan Yuna


[Di Mall]


"Apa yang kita lakukan di Mall??" tanya Yuna yang kebingungan


"Tentu saja membeli baju untuk mu, kau tidak mungkin menggunakan baju kerja ke pesta dansa kan" ucap Sean sambil membawa Yuna ke Toko Baju


"HEH PESTA DANSA?!?! TAPI KAN AKU SUDAH BILANG AKU TIDAK MAU!!" teriak Yuna


"berhenti berteriak, apa kau mau orang-orang di mall melihat mu?!"


"hmph..."


"kalau kau tidak mau ikut, aku akan memotong gaji mu" ucap Sean sambil tersenyum


Yuna terpaksa mengikuti Sean, dan segera memilih baju untuk pesta. Yah, Yuna mengikuti permintaan Sean hanya demi gaji. Selesai didandan sama pelayan di toko itu



"Gimana?bagus gak??" tanya Yuna


"..." Sean tidak menjawab karena terkejut dengan penampilan Yuna


"k...kenapa? J...jelek kah?" Tanya Yuna yang merasa gugup


"ga kok...k..kau c...cantik banget..." ucap Sean


"S...Sean..." gumam Yuna


"kenapa?" ucap Sean sambil menoleh ke arah Yuna


"A...apa kau yakin? Kau akan dipermalukan jika aku yang menjadi pasangan mu..."


"Aku tidak peduli dengan ucapan orang-orang. Intinya kau ikut aku saja" Ucap Sean sambil mengandeng tangan Yuna


"e...eh Sean gandeng tangan gw?!" batin Yuna


Mereka masuk sambil berpegangan tangan. Ntah kenapa Yuna merasa Sean sedang mencoba menenangkan Yuna, dan tangan Sean yang hangat menghilangkan semua rasa cemas Yuna


di ruang utama Sean sibuk mengobrol dengan direktur perusahaan-perusahaan lain sedangkan Yuna bosan mendengar apa yang mereka bahas dan memutuskan untuk pergi melihat sekitar. Namun tiba-tiba...


"bruk!!..."


Yuna tidak sengaja menabrak seseorang dan wine yang dipegang wanita tersebut tumpah.


"Akh! Lihat apa yang kau lakukan! Bajuku jadi terkena wine! Ini adalah baju baru ku, apa kau tau berapa harganya?!?!" teriak wanita itu dengan keadaan marah


"maaf tapi pakaian ku juga terkena wine mu itu, dan lagi bukankah tadi kau yang sengaja menabrakku" ucap Yuna dingin


"Aku yang menabrak mu?! Heh! Aku memang tidak sengaja menyenggolmu tapi siapa suruh kau ada disana! Aku tidak mau tau kau harus ganti rugi pakaian ku ini!!" Teriak wanita itu


Semua orang melihat ke arah mereka berdua karena teriakan wanita itu.


"Siapa wanita itu?"


"Ntahlah, sepertinya dia telah menabrak nona keluarga Su"


"dia bukan siapa2 tapi berani menantang nona keluarga Su?!"


"Berani sekali dia"


Bisik-bisik orang2 di sekitar


"Ouh, jadi kau adalah nona Su? Artis yang namanya Jessica Su?" tanya Yuna


"Huh, nampaknya aku tidak perlu memperkenalkan diri. Sekarang apa yang akan kau lakukan untuk membayar pakaian ku?!"


"Siapa yang bilang aku mau membayar pakaian mu? Wine itu tumpah kan karena kesalahan mu sendiri, aku tidak akan pernah mau mengganti rugi" jawab Yuna


"KAU!!!" teriak Jessica.


Jessica mengayunkan tangannya dan hampir menampar Yuna. Sean yang baru melihat kenapa semua orang berkumpul segera berlari untuk menahan tamparan Jessica, tapi Sean terlambat karena dihalangi oleh orang-orang yang berkerumun.


Saat Jessica ingin menampar Yuna tak disangka Yuna berhasil menahan tangan Jessica dan memegang erat tangan Jessica


"Jangan pernah kau meremehkan aku. Mungkin kau adalah nona Su tapi aku tidak peduli dengan status mu, Jika kau mengancamku tentu aku akan membalasnya" bisik Yuna ke Jessica sambil memegang erat tangan Jessica


Yuna melepas tangan Jessica dan pergi. Jessica yang menahan kesakitan tudak peduli lagi dengan Yuna dan fokus melihat tangannya yang hampir terluka oleh Yuna.