
"Rumah Baru"
Seminggu berlalu. Yuna baikan hanya kakinya yang masih sedikit terluka dan hari ini Yuna sudah boleh pulang. Selama seminggu yuna istirahat di rumah sakit, Sean menemani Yuna di rumah sakit setiap hari. Teman-teman di panti asuhan juga menjenguknya sekali-kali.
Mauren membantu Yuna untuk membereskan barang-barangnya "apa kau yakin sudah baik-baik saja? Apa kau bisa berjalan?" tanya Mauren yang masih khawatir
"tenang saja luka yang ada di kaki ku hanya tersisa luka kecil" balas Yuna dengan tersenyum
"dimana kau tinggal? Biar aku antar" tanya Sean
Yuna menjawab "aku tinggal di panti asuhan dengan Mauren"
"panti asuhan?bukankah kau sudah menjadi putri keluarga Wen? Kenapa masih tinggal di panti asuhan?" tanya Sean
"D...dari mana kau tau aku sudah menjadi putri keluarga Wen?" tanya Yuna yang terkejut. karena pertanyaan Sean, Yuna teringat kembali dengan kejadian saat dia diusir dari rumah. Yuna menahan sedih karena dia akan membuat Mauren khawatir jika dia menangis
"kau tidak perlu tau aku tau itu dari mana..sekarang ayo ikut aku" Kata Sean dingin
Sean mengantar Mauren dan Yuna kembali ke panti asuhan. Yuna langsung disambut oleh anak-anak di panti asuhan saat sampai
Besoknya, Yuna bangun dan segera bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan G.E dan mulai bekerja. Namun, sesampainya di perusahaan G.E dia justru di posisikan sebagai sekretaris CEO Padahal, posisi yang di inginkan Yuna adalah menjadi arsitek atau orang yang mendesain desain interior.
Manager memberi alasan kepada Yuna bahwa kantor sedang membutuhkan sekretaris dan karyawan di posisi arsitek sudah penuh.
Yuna tidak bisa melakukan apa pun. Yah, karna ini adalah hari pertama dia bekerja. Tidak mungkin Yuna membuat masalah saat hari pertama masuk kantor, itu akan membuat kesan buruk bagi orang-orang terhadap dirinya
Jadi, kini Yuna bekerja sebagai sekretaris Sean. Yuna masih bingung kenapa selama 1 minggu ini Sean selalu bersama dengan Yuna dan lagi dia di posisi kan sebagai sekretaris Sean. Tapi Yuna tidak memperdulikannya dan mulai bekerja
"hah? Kemana?" tanya Yuna
"udah ikut aja" Sean menarik tangan Yuna dan membawanya ke mobil
Sesampainya ditempat tujuan, Yuna terkejut karena mereka sekarang berada di perumahan G.E
Perumahan G.E adalah salah satu perumahan milik perusahaan G.E dan perumahan ini hanya di tinggali oleh orang-orang kaya
"k...kita ngapain ke perumahan G.E??" tanya Yuna yang masih tidak percaya bahwa dia berada di perumahan G.E sekarang
"mulai sekarang ini adalah rumah mu" jawab Sean dingin
"H...HAH?!?!"Yuna terkejut karena ini adalah perumahan terkenal dan dia hanya seorang sekretaris, kenapa Sean bahkan mau memberi seorang sekretaris baru sebuah rumah
"jika kau butuh bantuan panggil saja aku, rumahku tepat ada di samping rumah itu" ucap Sean dingin sambil berjalan pergi
"H...HEI BAGAIMANA DENGAN BARANG-BARANG KU?!" teriak Yuna
"barang-barang mu sudah ada di dalam" jawab Sean
Yuna sedikit kesal karena Sean bertindak seenaknya, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena Sean sudah pergi dan Yuna juga butuh rumah untuk tinggal. Akhirnya Yuna segera masuk kedalam rumah dan beristirahat karena lelah setelah seharian bekerja