CEO Girlfriend

CEO Girlfriend
Episode 5


"Pelukan Yang Hangat"


~Dikamar Yuna~


Yuna berbaring dan larut dalam pikirannya "Sebenarnya kenapa Sean itu mau memberikan rumah yang mewah begini padaku? Padahal aku bukan siapa-siapa, tidak mungkin kan dia memberikan semua orang hal seperti ini. Jika ya maka dia pasti sudah kebanyakan uang" Yuna masih bingung dengan apa yang dilakukan Sean dan kemudian ketiduran...


~Keesokan paginya~


Yuna bangun dan segera pergi ke kantor. Setelah sampai dikantor Yuna berusaha untuk memberitahu Sean kalo rumah yang diberikan Sean itu terlalu mahal dan Yuna tidka bisa menerimanya. Namun Sean selalu berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Selesai bekerja Yuna pergi ke cafe karena Yuna sudah janjian dengan mauren untuk bertemu hari ini.


~Di Cafe~


Mauren dan Yuna berbincang-bincang sebentar dan mereka memutuskan untuk pergi ke mall untuk berbelanja.



Di mall Mauren dan Yuna berbelanja dan bersenang senang namun semua berubah saat Yuna dan Mauren bertemu dengan Charlotte dan Alex yang sedang berada di mall juga


"wah...wah lihat siapa yang ada disini" ucap Charlotte dengan sombong


"kenapa sih kau selalu mau mengganggu ku, bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau mau?! Aku bahkan sudah dikeluarkan dari rumah!" ucap Yuna dengan marahnya dan berjalan pergi sambil menarik tangan Mauren.


~Di parkiran mobil~


"maaf Yuna, seharusnya aku gak mengajak kau untuk ke mall" ucap Mauren


"gpp kok, ini bukan salah lu tapi sekarang kita balik aja yah" ucap Yuna


Yuna mengantar Mauren pulang dan segera kembali ke rumah


Sesampainya di rumah Yuna hanya menatap jendela dengan tatapan kosong dan menangis



Tiba-tiba bel rumah berbunyi, Yuna tidak tahu itu siapa, dan segera membuka pintu. Itu adalah Sean! Yuna terkejut dan langsung mengusap air matanya. Sean tidak tahu kenapa Yuna menangis tapi


Mendengar itu air mata Yuna langsung keluar, Yuna menangis dalam pelukan Sean. Yuna tidak peduli di depan siapa dia menangis lagi, tapi ntah mengapa saat itu pelukan Sean sangat hangat dan menenangkan bagi Yuna. Yuna menangis hingga tertidur, Sean membawa Yuna ke kasur dan pergi mandi di kamar mandi Yuna.


~Besok paginya~


Yuna terbangun dan mengingat semua yang terjadi kemarin. Yuna bingung kenapa Sean yang dingin bisa membuatnya merasa hangat, aman, dan tenang. Selesai mandi, Yuna turun kebawah untuk sarapan dan terkejut karena melihat Sean sedang memasak di dapur nya


"Sean? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Yuna


"oh kau sudah bangun? Ini aku buatkan sarapan untuk mu, tadi malam kau menangis jadi setelah kau tertidur aku meletakkan mu di kasur dan tidur di kamar tamu mu karena diluar sedang hujan" ucap Sean


"t...terima kasih" gumam Yuna


"Huh?" Sean tidak mendengar apa yang dikatakan Yuna


"Ngomong-ngomong kenapa kau menangis semalam?" tanya Sean sambil menaruh sarapan di meja


Yuna hanya menatap sarapan di meja dan tidak menjawab pertanyaan Sean


"baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak ingin memberitahu ku. Tapi, jika ada yang melukaimu aku pasti akan membalasnya. Sekarang makanlah sarapannya"


"apa kau yakin ini enak?"


"kenapa? Kau meragukan kemampuan memasakku?"


"habisnya kau kan CEO, sangat aneh jika kau bisa memasak"


"apa maksudmu, tentu saja aku bisa memasak! ini cobalah" ucap Sean sambil menyuap Yuna


"ini sangat enak...aku tidak tau kau bisa memasak"


"sudah kubilang aku juga bisa memasak, jangan pernah meremehkan ku. Setelah selesai makan cepat bersiaplah atau kita akan terlambat ke kantor" kata Sean


"yaa..." jawab Yuna sambil memakan sarapannya