
Happy Reading...
Setelah membawa Elsyira ke rumah sakit miliknya, ia menunggu dokter yang menangani Elsyira. Dan tak lama Lea berlari ke arahnya.
"Bagaimana keadaan nya ?" Tanya Lea dengan raut wajah cemas.
Kafka menggeleng pelan.
Pintu ruangan terbuka dan Dokter pun keluar dengan mengatakan.
"Pasien baik-baik saja, hanya luka lebam di pipinya dan sudah diobati."
Kafka dan Lea menghela nafas.
"Terimakasih dokter" Jawab mereka bersamaan.
"Besok kakak jadi ke Rusia ?" Tanya Lea.
"Yeah, besok aku saja yang menghadiri biarkan Elsyi istirahat saja"
"Kalau begitu, aku kembali ke ruangan dulu ya. Jaga Elsyi"
"Tanpa kau suruh sudah akan ku jaga Lea"
Lea tertawa kecil dan berlalu dari hadapan Kafka. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju ruangan, tapi dipertengahan jalan ia melihat seorang anak kecil sedang menangis.
"Hey boy, kamu kenapa nangis heum ?" Tanya Lea sambil mengusap kepala anak kecil itu
Anak kecil itu mendongak dan menatap manik mata Lea. Anak itu bernama Gabriel putra dari Davino dan Angel.
"Mommy baru saja ke surga Aunty. Daddy pergi dan Mommy pun juga di surga. Aku hanya sama Daddy baru sama Kakak Edu" Ucap Gab sambil sesegukan.
Lea yang mendengarkan itu ingin rasanya menangis juga tapi ia tahan. Ia segera memeluk Gabriel yang masih sesenggukan.
"Anak laki-laki harus tegar biar Mommy disana bisa bahagia melihat ade bahagia" Ucap Lea sambil menghapus air mata Gabriel.
"Terimakasih Aunty, kalau begitu aku mau menemui Daddy sama Kakak. Sampai bertemu lagi Aunty" Ucap Gab sambil mencium pipi Lea dan setelah itu ia berlari.
Lea yang menatapnya tersenyum,semoga saja ibunya tenang disisi Tuhan.
Malam harinya, Alleo membawa mendiang istrinya ke Belanda, Angel akan disemayamkan disana. Ia sudah memberi tau adiknya untuk terbang ke Belanda saja, sayangnya adiknya telah mendarat di Inggris. Dan adiknya sudah berada di Mahendra Hospital.
"Ya sudahlah besok saja terbang ke Belanda" gumam Xavier.
Ia berjalan sambil terus mengumpat karena kesal pada sang kakak dan ia tak sengaja menabrak seorang pria. Ia mendongak dan menatap pria itu.
"Sorry" Ucap Xavier.
"Kau Xavier" Ucap pria yang bernama Kafka.
"Yeah"
"Ikut aku, aku mau bicara"
Xavier mengikuti Kafka keluar Rumah sakit dan menuju Cafe. Sesampainya disana mereka mulai berbincang bincang.
"Kau Kafka ?" Tanya Xavier.
"Heum" Jawab Kafka dengan datar.
"Ck, ada perlu apa. Sepertinya kita tak ada masalah".
"Ada dan kau melupakannya"
Xavier menatap Kafka dengan tanda tanya. Ia tidak mengenal Kafka bahkan bertemu hanya sekarang itu pun pertama kalinya.
"Apa maksudmu"
Kafka tertawa mengejek.
"Kau melukai adikku"
"Apa Adik, aku saja tak mengenal adikmu bagaimana bisa aku menyakitinya"
Kafka berdiri dan langsung menarik kerah baju Xavier lalu memukulnya.
Bugh
Bugh
"Kau jangan seolah olah melupakan kejadian itu. Adikku Lea begitu terpuruk karenamu"
DEG
Lea...? Xavier pernah mendengar nama itu tapi dimana dan sepertinya ia juga pernah mengenalnya. Apa jangan jangan gadis itu. Ia menatap wajah Kafka.
"Siapa Lea ?"
"Gadis yang kau tiduri sewaktu di Swiss" Desis Kafka.
Mata Xavier membulat. Apa jadi Lea adalah adik dari Billionaire yang ada di hadapannya ini. Apa yang harus ia lakukan sekarang.
"Kenapa aku mencarimu sekarang, karena aku menunggu waktu yang tepat. Dan sekarang waktunya ku beri tau Lea adalah adikku dan dia melahirkan anakmu" Bisik Kafka lalu pergi dari hadapan Xavier.
Tapi kemudian Kafka berhenti lagi dan mengatakan.
"Kau akan ku hancurkan karena telah menyakiti Lea"
Xavier diam mematung dan masih mencerna perkataan Kafka. Jadi Lea mengandung anaknya selama ini, dan pertemuan nya kemarin di Rusia dia sudah memiliki anak dan itu dariku. Bodoh kau Xavier, kenapa tak memikirkan hal itu saat dulu kau berhubungan dengannya.
"Shit" gumam Xavier.
Di sisi lain Davino sudah kembali ke Rusia begitupun Kafka juga akan berangkat menuju Rusia. Mereka akan bertemu di persidangan dan Elsyira masih harus beristirahat.
Give Me Vote and Comment....
Doakan Author ya semoga lancar menuju hari H.. Maaf jarang update, mohon dimaklumi.. 🙏