Affair

Affair
Part 12


Happy Reading....


WARNING.. ❌


ADEGAN KEKERASAN..🚫


"Apa kau pria tampan di masa kecilku ?" tanya Elsyira


Kafka tersenyum dan air matanya pun terjatuh, ia langsung memeluk Elsyira dengan erat.


"Kamu gadis kecilku Elsyi"


Elsyira memeluk Kafka dengan erat, ia sangat bahagia bisa menemukan pria tampan nya ya walaupun sekarang keadaan nya berbeda ia sudah menikah dengan Davino. Ah memikirkan suaminya yang mendorong nya sampai terjatuh, suaminya tak ada perasaan bersalah apapun. Bahkan yang khawatir padanya adalah Kafka.


"Kafka, kenapa kamu tak mengatakan bahwa kamu adalah sahabat masa kecil ku ?" Tanya Elsyira dengan wajah cemberutnya.


Kafka melepaskan pelukannya lalu mencubit hidung Elsyira.


"Aw, sakit Kafka"


"Uuh sakit ya. Sini sini aku kecup"


"Cup" Kafka mengecup hidung Elsyira.


"Aku sebenarnya mau mengatakan ini dan soal Davino ketika ulang tahunmu. Tapi karena kamu sudah ingat, aku lega rasanya" Jawab Kafka yang menggenggam tangan Elsyira.


Elsyira tersenyum bahagia akhirnya ia bisa mengingat pria masa kecilnya.


"Ehm tapi kamu mau bicara apa soal Suamiku ?" Tanya Elsyira.


"Nanti kamu akan tau, sekarang cepatlah sembuh. Aku akan melihat Mauren dulu dan kebetulan Erina juga disini" Jawab Kafka


"Iyakah, kalau begitu panggil Erina supaya kesini"


"Iya sayang"


Mendengar perkataan Kafka yang memanggilnya sayang, pipinya seperti kepiting rebus.


Kafka berjalan menuju ruangan Erina, di lihatlah Erina menyuapi Mauren. Oh ternyata, putri kecilnya sudah bangun.


"Mauren sudah bangun ?" Tanya Kafka yang sudah di dalam ruangan rawat Mauren.


"Iya Uncle, Mauren sudah bangun. Mauren ingin mommy" Jawab Mauren


"Tunggu ya sayang Mommy juga sedang sakit, nanti Uncle akan membawa Mommy kesini. Sekarang habiskan makananmu" Ucap Kafka sambil membelai rambut Mauren.


"Aku habis dari ruangan anak Angel sama Davin" Sahut Erina dengan nada kesal.


Kafka menoleh ke arah Erina.


"Lalu"


"Aku marah dengan mereka, seenaknya saja mereka menyakiti hati Elsyira. Ck suami macam apa dia" Gerutu Erina.


"Sudahlah biar mereka jadi urusanku. Selesai menyuapi Mauren, kamu langsung ke ruangan Elsyi dia mencarimu"


Erina mengangguk setuju. Ia akan menemui sahabatnya itu dan menghiburnya.


Kafka keluar dari ruangan Mauren, ia menghampiri Aldrich yang sedang duduk .


"Hancurkan pekerjaan Davin sebagai Arsitek ternama. Buatlah skandal Angel dan juga ******** itu" Ucap Kafka yang sudah duduk di samping Aldrich.


"Dengan senang hati" Jawab Aldrich dengan seringaiannya.


"Aku tidak suka mereka menyakiti wanitaku. Aku akan menghancurkan karirnya sebagai Arsitek dan dia akan dihapuskan dari dunia Arsitek karena skandal itu" Ucap Kafka dengan nada geram.


Aldrich setuju dengan perkataan Kafka.


Di sisi lain, Davino sudah di ruangan Elsyira. Ia tadi mencarinya karena ia muak dengan istrinya ini.


"Hey, bangun" Teriak Davino yang menepuk tangan Elsyira.


Elsyira bangun dari tidurnya , di lihatlah suaminya yang berada di depannya.


Davino hanya tersenyum sinis.


"Cuih, siapa yang peduli dengan wanita seperti mu ******"


Elsyira geram, ia bukan ******. Enak saja suaminya mengatai dirinya ******.


"Aku bukan ******, aku ini istrimu"


"Iya kau istriku, budak sex ku tepatnya. Kata istri hanya ada di atas kertas saja" Ucap Davino dengan nada tinggi.


Elsyira yang mendengar perkataan suaminya langsung mencelos. Hatinya sungguh sakit, di katain ****** lalu budak sex. Apa apaan ini, suaminya telah berubah.


"Kau jahat Davin" Teriak Elsyira.


"Huh aku jahat ? Berkacalah dirimu sudah tak pantas untukku. Kau hanya seonggok sampah untukku. Aku malu mempunyai istri seperti mu, jarang berdandan" Ucap Davin dengan penuh penekanan.


Air mata Elsyira terus mengalir di pipinya. Sungguh sakit suaminya mengatakan yang tidak jelas kepadanya, ia tak pernah berdandan karena tidak ada waktu untuk itu. Yang terpenting adalah putrinya, karena putrinya membutuhkan kasih sayang dirinya. Sedangkan Davino , menyanyangi putrinya saja tidak ! Apalagi memberikan waktu untuk dirinya dan putrinya, ITU MUSTAHIL.


"Kita bercerai. Jangan ganggu aku sampah, kau tidak ada apa-apa nya dengan wanita yang ku cintai sekarang"


DEG....


Hancur sudah pertahanannya, semuanya hilang dalam sekejap. Ia tidak menyangka selama ini suami nya telah berselingkuh di belakang nya, tapi yang jadi pertanyaannya siapa wanita itu...? Sakitnya terus menjalar ke seluruh tubuh,  ia sudah mati rasa. Semua cintanya Davino itu palsu.


"Hiks, kau jahat Dav. Kau jahat. Kenapa kau tega padaku" Teriak Elsyira yang sekarang sudah berdiri di hadapannya.


"Ck, jangan mendekat kepadaku ******. "


"Aku bukan ****** Dav, siapa wanita yang merusak rumah tangga kita. Jawab Hah ?" Teriak Elsyira lagi dengan tangisan yang sudah tak terbendung.


"Wanita itu adalah wanita spesial untukku. Aku menjalin dengannya setelah sehari pernikahan kita, dulu aku mencintaimu tapi sekarang tidak ada kata Cinta untukmu Sampah"


"KAU.. KAU JAHAT DAV, KAU BRENGSEK, KAU... HIKS HIKS HIKS" Teriak nya Elsyira lagi yang sekarang sudah duduk di lantai dengan tangisan nya.


Davino berjongkok dan memegang dagu Elsyira dengan kasar.


"Cuih, Kau wanita ****** yang akan haus belaian. Siapa pria tadi yang menggendongmu" Ucap Davino dengan muludahi wajah Elsyira.


Elsyira terus menangis, hatinya sakit apalagi sudah diludahi oleh suaminya  ralat akan jadi mantan suami.


"Dia temanku, dia yang membawaku ke Rusia" Jawab Elsyira dengan pandangan kosong.


Davino melepaskan dagu Elsyira dengan kasar, ia meludahi wajah Elsyira kembali. Ia berdiri lalu menendang wajah Elsyira  dan menarik tangan Elsyira lagi lalu ditendang wajahnya kembali. Sungguh sadis ulah Davino pada Elsyira.


Elsyira hanya menangis dan menahan rasa sakitnya. Davino kembali menarik dagu Elsyira dengan kasar lalu mendorong Elsyira kembali sampai ia terbentur brankar tempatnya berbaring.


Pandangan nya semakin kabur yang dilihat Davino sedang menertawakan dirinya.


"Hahhahhahhhaha.. Kau akan mati ******" Ucap Davino lalu pergi dari ruangan Elsyira yang ditutupnya tadi dengan rapat.


Erina yang sedang berjalan menuju ruangan Elsyira melihat Davino keluar dari ruangan tersebut.


Erina berlari lalu membuka pintu ruangan sahabatnya. Dilihatnya Sahabatnya tergeletak dengan wajah babak belur dan berdarah.


"ELSYIRA" Teriak Erina yang masih di ambang pintu.


Dan itu membuat semua orang mendengarkan teriakannya, Kafka yang tak jauh dari ruangan Elsyira langsung berlari menghampiri Erina.


Erina langsung memeluk tubuh sahabat nya dengan tangan bergetar.


"El, bangun. Demi Mauren bangun, El" Ucap Erina yang menepuk pipi Elsyira dengan air matanya yang terus berjatuhan.


Kafka yang sudah di ambang pintu ruangan wanita yang di cintainya sangat terkejut, tubuh wanita itu mengenaskan wajah yang babak belur dan sepertinya ada ludahan dari seseorang. Kafka langsung berlari ke arah Erina dan Elsyira, ia dengan cepat menggendong Elsyira keluar.


Erina mengejar Kafka dengan beriringan.


"Siapa yang melakukan ini Rin" Tanya Kafka sambil menatap Elsyira dengan berlari.


"A--ku tadi melihat Davino keluar dari ruangan Elsyira" Jawab Erina dengan khawatir dan juga geram pada Davino.


"DAVIN.. KAU AKAN KU HANCURKAN" Desis Kafka sambil berlari menggendong Elsyira.