SEBANGKU

SEBANGKU
4


Dara nampak terkulai lemas diatas ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat, bibirnya kering serta infus yang terpasang disampingnya.


"Dara kamu cepet sembuh ya nak" ucap Mamanya Dara dengan menitikkan air matanya.


"Tante, biar Renjun aja yang jagain sekarang Tante Melati pulang aja dulu" kata Renjun menawarkan diri.


"Gak ngerepotin kamu?" tanya Melati, mamanya Dara.


"Gak sama sekali kok Tan" jawab Renjun.


Akhirnya Melati pun memutuskan untuk pulang kerumah dan Dara dijaga oleh Renjun.


"Dara lo tidur mulu gak capek?" tanya Renjun menatap sendu Dara.


Mata Dara mulai terbuka dan ia mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Lo udah sadar Ra?" tanya Renjun dengan antusias.


Dara mengangguk pelan.


"Ambilin gue air" lirih Dara.


"Buat apa? kalo mau mandi nanti aja" jawab Renjun polos.


Dara hampir emosi mendengar pernyataan dari Renjun. Namun ia tahan karena ia sedang sakit.


"Gue haus" kata Dara dan Renjun langsung mengerti kemudian mengambil segelas air yang berada diatas nakas.


Dara meminumnya dengan sekali tegukan.


"Lo masih sakit?" tanya Renjun.


"Udah mendingan dan ngapain gue dirumah sakit kan cuma sakit demam biasa" kata Dara dengan sedikit ketus.


"Demam biasa? Lo demamnya tinggi banget Ra sampai-sampai lo pingsan" jelas Renjun sedikit emosi.


Dara terdiam dan berusaha mengingat kejadian yang terjadi padanya.


Jaemin datang, dia meminta maaf pada Dara, Dara tak memaafkan Jaemin, lalu Dara pingsan. Itulah ingatan Dara.


"Dimana Jaemin?" tanya Dara pada Renjun.


Renjun pun bingung menjelaskannya pada Dara.


"Renjun, dia udah pergi ke Jerman kemarin dan sebelum itu dia ngasih ini ke lo" jelas Renjun berhati-hati takut melukai hati Dara.


Dara pun membaca surat dari Jaemin yang dititipkan pada Renjun.


Gue minta maaf karena gue banyak salah dan udah nyakitin serta ngecewain lo. Mungkin, sekarang kita udah gak bisa ketemu lagi karena gue udah di Jerman. 5 tahun lagi baru gue balik ke Indonesia.


Gue tau kalo gue benar-benar jahat sampai lo sakit gara-gara gue, sekali lagi gue minta maaf Dara. Gue harap Renjun bisa lebih baik dari gue tolong bilangin ke dia jika udah nguatin gue dan memberi saran-saran yang terbaik untuk seorang Na Jaemin.


-Na Jaemin*


Lagi-lagi Dara menitikkan air matanya namun, kali ini langsung ia hapus.


"Sabar Ra, nanti lo juga ketemu kok sama Jaemin. Penyesalan selalu datang terakhir" ucap Renjun.


Dara kelihatan rapuh karena Jaemin telah meninggalkannya. Terlebih lagi Dara belum memaafkan Jaemin.


"Mana nyokap gue?" tanya Dara.


"Lagi pulang, kasihan belum makan dan istirahat dari kemarin" jelas Renjun pada Dara.


Dara kemudian terdiam dan termenung memikirkan Jaemin.


"Udah jangan terlalu dipikirkan. Kalo nanti memang Jaemin itu jodoh lo dia bakal balik kok. Sekarang lo pikirin kedepannya aja gimana cara lo kembali sehat seperti sedia kala" ujar Renjun pada Dara seolah-olah dia bisa membaca pikiran Dara.


"Bentar gue panggil dokter dulu, biar lo diperiksa" kata Renjun sambil meninggalkan Dara.


Tak lama kemudian sang dokter pun datang mengecek keadaan Dara sekarang.


"Demam kamu udah gak lagi tinggi. Kamu harus makan buah-buahan serta minum obat jangan lupa istirahat" kata dokter tersebut menjelaskan saran pada Dara.


"Iya dok" jawab Dara singkat.


"Besok kamu sudah boleh meninggalkan rumah sakit ini" kata dokter itu pada Dara.


Dara merasa senang karena besok dia sudah diperbolehkan pergi meninggalkan rumah sakit karena sedari tadi ia tak tahan dengan suasana disini.


"Dengerin tuh jangan masuk telinga kanan keluar telinga kiri" ucap Renjun.


"Iya. Lo hari ini cerewet banget gak kayak biasanya" kata Dara.


Karena gue khawatir sama lo Dara batin Renjun.


"Gue emang seperti ini" alasan Renjun pada Dara.


"Dara! Kamu gak apa-apa?!"


Tiba-tiba dua orang datang dengan khawatirnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak ^^