My Calvin

My Calvin
chapter 6


"Beberapa orang akan pergi dari hidupmu, tapi itu bukan akhir dari ceritamu. Itu cuma akhir dari bagian mereka di ceritamu."


_____________


Flashback end


Seperti biasa,setiap pagi aku selalu datang ke rumah Calvin hanya untuk menyediakan segala keperluannya.


aku sudah seperti seorang istri yang menyiapkan keperluan suami tercinta saja ,menyiapkan pakaian kerja untuknya,dan menyiapkan sarapan pagi.


ya aku juga tidak merasa keberatan melakukannya hitung hitung belajar menjadi istri yang baik ", aku terkekeh sendiri.


jam sudah menunjukkan pukul 7.30 AM , aku beranjak ke kamar si bujang lapuk ,ternyata dia masih terbungkus selimut seperti kepompong dan terlintas di pikiranku untuk mengerjainya..


" kebakaran..kebakaran..."aku teriak dengan nyaring


Dimana kebakaran? sambil melempar selimutnya,hanya dengan bertelanjang dada dan memakai boxer aku hanya bisa menelan ludah dia melewatiku menuju kamar mandi.


"dimana ada kebakaran ? ''dia bertanya padaku sambil membawa ember.


aku tertawa keras melihat ekspresinya seperti orang b*go


sambil menahan perutku akibat tertawa akupun mulai memfokuskan diri menatap Calvin.


"Emang enak dikerjain,makanya kalo tidur itu jangan kayak orang hilang nafas, tau kan akibatnya ",dengan senyum mengejek.


Nala stevania ! "Calvin setengah membentakku,Tolong ini bukan saatnya bercanda ,kamu tau aku sangat panik,bagaimana jika aku jantungan ! "cerca Calvin.


"Maaf , maafkan aku ,tadinya hanya bercanda.


" Kau kan tau aku memiliki trauma tentang itu, ku pikir lain kali jangan jadikan ini sebuah lelucon.


Kenapa dia marah? ,apa dia sedang ada masalah, menurutku ini hanya hal sepele kenapa dia membentakku.


Aku pun menyusul Calvin,ku lihat dia sedang memakan sarapannya di meja makan.


dia hanya melirikku dengan ekor matanya, dalam hatiku bertanya-tanya kenapa dia bersikap seperti itu.


karna dia mengabaikanku ,aku pun melakukan hal yang sama,tanpa pamit padanya aku pulang ke rumah ku, entah dia mencariku atau tidak aku akan membalasnya nya.


tidak terasa hari sudah sore,ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, ternyata hampir 4 jam aku tertidur.setelah pulang dari rumah Calvin tadi aku mengurung diri di kamar sambil menonton drama korea kesayanganku hingga tertidur.


aku memeriksa ponselku siapa tau ada pesan WA darinya ,ternyata hanya ada pesan grup.entah kenapa aku merasa Calvin menyembunyikan sesuatu dariku.


----------------------------------


POV Calvin


aku hanya bisa diam ketika Nala melewatiku ,sepertinya dia protes dengan sikapku padanya.


aku tau dia pasti marah ,biasanya jika dia marah dia akan mendiamiku sampai aku berhasil membujuknya baru dia akan berbicara.


aku belum siap mengatakan pada Nala ,dia pasti akan kecewa ,karna hubungan kami bukan setahun tapi sejak kami masih kecil.


aku sedang memastikan perasaanku pada Nala apakah ini murni kasih sayang antara sahabat layaknya kakak adik ataukan ini perasaan berbeda kepada seorang wanita dewasa.


jujur aku nyaman dia disampingku karna dia selalu menyiapkan segala keperluanku ,aku terlalu bergantung padanya karna jika bibi yang menyiapkannya aku akan protes.


tapi Mikha mulai keberatan dengan hubungan kami yang menurutnya berlebihan ,layaknya sepasang kekasih. ya aku sadar akan hal itu,tapi aku tidak mau menyakiti Nala dengan mengatakan bahwa Mikha tidak menyukai dan menyuruhku menjauhi Nala.