My Calvin

My Calvin
Flashback III


"***Kenangan tentangmu sudah seperti rumah bagiku. Sehingga setiap kali pikiranku melayang, pasti ujung-ujungnya akan selalu kembali kepadamu."💕


🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝***


--------------------------------------------


"*Maaf Vania, aku tidah pernah mencintai mu ,selama ini aku sudah mencoba tapi aku tidak bisa ! aku memacari mu hanya karna sebuah kesalahan.Aku kalah dalam permainan dan hukuman nya aku harus membuatmu jadi pacarku tanpa menggunakan perasaan .sekali lagi maaf Vania "ucap Bryant.


Setelah Bryant mengatakan semua itu,dia berlalu pergi setelah membayar minuman kami yang belum tersentuh sama sekali.


Aku hanya menatap nanar punggungnya yang perlahan menjauh.


Seperti di hujam ribuan belati ,sesak perih dan ini sangat menyakitkan.


Aku keluar dari Cafe dan berjalan gontai menuju taman yang tak jauh dari Cafe tersebut.


Tangis ini lolos begitu saja tak bisa ku bendung.Aku terduduk dikursi taman yang lumayan sepi kurasa.


Langit seolah tau aku sedang bersedih,seketika mendung dan gelap.


Tak lama hujan deraspun turun.ku biarkan hujan menghapus air mataku.agar kesedihan ini larut bersama air hujan.


Ponselku terus berdering ,tak ku hiraukan,aku masih memikirkan sikap manis Bryant padaku.


apakah dia tidak ada perasaan sedikitpun padaku?"tangisku dalam derasnya air hujan


Apakah dia pura-pura mencintaiku disaat aku tulus mencintainya.aku memukul dadaku yang terasa sakit.


Aku mencoba memejamkan mataku dan bersandar pada kursi taman,Ya Kedua kalinya aku patah hati.


dan kurasa hujan masih deras membasahi sekelilingku tapi aku tidak merasakan tetesan hujan,saat ku membuka mata, manik kami bertemu .Ya dia Calvin dia memayungiku dari tetesan derasnya hujan sehingga membuatnya basah kuyub.


Aku memeluknya erat aku menyalurkan kesedihanku padanya,tangisku semakin pecah saat dia mengatakan Menangislah biarkan kesedihanmu terbawa oleh air hujan.


Setelah ini tak kan aku biarkan air mata ini menangisi hanya karna seorang pria."


Calvin menuntun ku masuk ke mobilnya dan mengendarai hingga sampai ke rumahnya.


dia menyuruhku mengganti pakaianku karna di kamar tamu sudah tersedia pakaian-pakaianku.


Akupun mengganti pakaianku memakai celana hot pants dan kemeja kebesaran kesukaanku.


Calvin mengetuk pintu kamarku dan membuka ,ku lihat dia membawa nampan berisi teh jahe dan soto ayam kesukaanku.


Dia menatapku lama dan aku tau dari tatapannya dia sedang menahan sesuatu yabg sedang bergejolak.


Nala Stevania kenapa kamu berpakaian seperti itu dirumah seorang pria lajang " imbuh Calvin dengan tatapan tajamnya seolah ingin memakan ku hidup-hidup.


Memang kenapa dengan pakaianku?


yang ku temukan hanya ini di dalam lemari,jadi ya kupakai saja "cerocos Nala sambil memakan makanannya.


Dasar Gadis bodoh,lain kali jangan pernah berpakaian seperti di rumah seorang pria lajang " semprot Calvin sambil mengusap mukanya yang sudah memerah.


Aku kan hanya seperti ini di depanmu "senyum Nala sambil memamerkan gigi putihnya.