Love Story in My Pesantren

Love Story in My Pesantren
Siti tidak mau mintak maaf


Saya tidak menyangka bahwa saya mempunyai santriwati secerdas itu saya bahkan seperti melihat detektif sedang memecah kan masalah lia benar-benar pintar kata ustazah halimah.


************


Siti karena uang nya sekarang sudah ketemu dan tidak ada yang hilang kamu harus mintak maaf kepada tika kata lia.


Aku tidak mau mintak maaf kepada anak itu. aku ini kakak senior nya dan dia hanya junior, ngak mungkin seorang senior mintak maaf kepada junior mau tarok di mana muka aku dan Yang harus mintak maaf itu dia buka aku kata siti.


Tapi kamu yang salah siti dan kamu juga sudah berjanji tadi kalau kamu akan mintak maaf kalau tika tidak terbuti mencuri uang kamu siti . Kata lia yang mulai marah karena melihat kelakuan siti yang tidak mau mintak maaf.


Ngak apa-apa kak. Yang dikatakan kak siti itu benar, biar aku aja yang mintak maaf kata tika sambil menggenggam tangan lia.


Itu dengar lia, tika aja tidak masalah kalau dia yang mintak maaf sama aku kata siti.


Tika itu tidak benar. Kakak siti yang harus mintak maaf, karena dia telah menuduh kamu mencuri uang tika dan dia juga sudah berjanji akan mintak maaf sama kamu kata lia.


Tapi kak aku tidak mau kakak bertengkar nanti sama kak siti jadi biarkan aku saja yang mintak maaf kata tika.


" Lia berpikir dan menyusun kata-kata yang pas agar tika bisa memahami nya dengan benar "


Tika dengar kakak baik-baik kakak siti itu sudah menuduh kamu mencuri uang nya. Apabila kakak siti tidak mintak maaf sama kamu tika kakak siti akan mendapatkan dosa dan kakak siti juga sudah berjanji tadi kalau kakak siti akan mintak maaf sama kamu tika, kalau kamu terbukti tidak bersalah. Dan sekarangkan kamu sudah terbukti tidak bersalah dan kakak siti harus mintak maaf sama kamu tika. Kalau kakak siti tidak mintak maaf sama kamu tika kakak siti akan mendapatkan dosa dan bisa masuk neraka.apa kamu mau tika kalau kakak siti dapat banyak dosa dan masuk neraka kata lia sambil menggenggam tangan tika.


Tidak kak, sambil menggelengkan kepalanya. Aku tidak mau kakak siti dapat banyak dosa dan jangan sampai kakak siti masuk neraka karena itu, berarti kak siti harus mintak maaf sama aku kata tika polos.


Iya kamu benar kata lia sambil tersenyum.


Tapi....kak siti kan tidak mau mintak maaf sama aku kak kata tika.


Tenang aja tika kakak punya seribu satu cara agar kak siti mau mintak maaf sama kamu sambil tersenyum.


*********


Siti aku katakan sekali lagi tepati janji kamu dan mintak maaf sama tika kata lia.


Aku tidak mau kata siti.


Baiklah kalau kamu tidak mau menepati janji kamu untuk mintak maaf sama tika, tidak ada cara lain aku akan memberitahu masalah ini kepada ustazah halimah kata lia.


Kamu acam aku lia kata siti.


Tidak.....mana berani aku acam kamu siti ini hanya peringatan. kamu tahu kan siti apabila masalah ini sampai ustazah halimah tahu, kamu pasti dapat hukuman yang berat karena masalah kamu ini banyak. yang pertama kamu menuduh tika mencuri uang kamu tampa bukti yang kuat, yang kedua kamu tidak mau mintak maaf kepada tika, yang ketiga kamu membuat kekacauan dipesantren pada saat keadaan pesantren masih dalam suasana berduka dan masih banyak lagi kesalahan kamu yang tidak bisa aku sebut kan satu-persatu sekarang. Aku tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan diberikan oleh ustazah halimah kepada kamu siti dengan masalah yang kamu perbuat sekarang kata lia.


Semua santriwati kagum dengan kepintaran yang dimiliki lia dan ada juga santriwati yang bilang itu kan sudah pasti acaman bukan peringatan kata santriwati.


Kakak apakah ini tidak keterlaluan kata tika.


Tentu tidak tika.malahan kakak memberi kak siti hadiah istimewah dan sekarang kakak sedang menunggu ucapan terimakasih dari kakak siti kata lia.


Kapan kakak lia memberikan hadiah untuk kakak siti kata tika yang mulai kebingungan dengan ucapan kakak lia.


Barusan kakak memberi hadiah yang sangat istimewah yaitu hadiah agar kak siti tidak mendapatkan dosa dan sekarang kakak sedang menunggu ucapan terimakasih dari kakak siti yaitu ucapan mintak maaf ke kamu tika kata lia.


Tika sebenarnya masih tidak paham dengan ucapan kakak lia karena ucapan kakak lia terlalu susah untuk aku mengerti dengan otak aku yang pas-pasan ini. tapi tika menganggukan kepalanya bertanda dia mengerti dari pada kakak lia memberitahu aku lagi dengan kata-kata yang sulit dimengerti oleh otak aku kata tika dalam hati.


Bagaimana siti kata lia sambil menghadap siti dan mengangkat satu alis nya.


Zahara berbisik di telinga siti dan berkata bodoh kamu siti, cepat mintak maaf sama anak itu kata zahara.


Ngak..... aku ngak bakal mintak maaf sama anak itu kata siti.


Apa kamu mau masalah ini sampai ustazah halimah tahu kata zahara.


Iya ngak mau lah kata siti.


Terus kenapa kamu tidak mau mintak maaf kepada anak itu kata zahara.


Malu... Masa iya aku harus mintak maaf sama anak itu kata siti.


Apa kata kamu siti malu.... Dengan kamu tidak mintak maaf sekarang itu yang lebih malu kata zahara.


Kenapa bisa begitu kata siti.


Kamu ini memang bodoh dan masih mau berdebat dengan lia. Apa kamu tidak tahu, lia tidak akan berhenti membela anak itu sampai kamu mau mintak maaf sama anak itu. kalau kamu mintak maaf sekarang kepada anak itu kamu hanya malu kepada anak itu dan santriwati yang ada disini tapi kalau kamu tidak mau mintak maaf sekarang jangan salah kan kalau masalah ini akan tahu oleh semua santriwati, santri putra bahkan ustazd dan ustazah. Itu yang lebih malu kata zahara berbisik ditelinga siti.


Siti terdiam dan berpikir, memang benar semua yang diucapkan oleh zahara tapi tetap saja malu kalau aku harus mintak maaf kepada anak itu kata siti.


Baiklah siti kalau kamu masih diam aku akan menyimpulkan bahwa kamu lebih memilih kalau masalah ini diberitahu kepada ustazah halimah kata lia yang mulai melangkahkan kaki untuk berjalan menuju asrama ustazah halimah.


Bersambung


jangan lupa leki, vote dan comen