Love And Sadness

Love And Sadness
Chapter 5


Cinta datang dan pergi sesuka hati


Bagai bunga di musim semi


Menerangi setiap jiwa yang kesepian


Karena terlalu lama menyendiri


 


 


Tetapi


Terkadang ia seperti musim gugur


Wangi dan semerbak bagai bunga yang daunnya berguguran


Mengisi hati setiap insan yang sedang kasmaran


 


 


Tapi kuharap


Jangan seperti musim dingin


Yang meruntuhkan hati dengan angin yang kencang


Yang angker konon seperti pohon beringin


 


 


Dan jadilah musim yang cerah


Yang membuat wajah setiap insan merah merona


Menahan perasaan tanpa lelah


Demi menjaga yang satu kata yang disebut cinta


 


 


Namun


Tak jarang juga ia menjadi musim kemarau


Membuat kekeringan


Menguras isi danau hingga tak bersisa


Danau keindahan yang bernama cinta


Karena ia datang dengan cepat


Membuat insan sekarat karena menahan rindu


 


 


Seperti luasnya angkasa


Seluas itulah hati dan maaf yang kupunya hanya untukmu


Seperti dalamnya samudera


Sedalam itulah rasa cintaku padamu


 


 


Setiap waktu kupersembahkan hanya untukmu


Setiap nafasku tercipta untukmu


Segala salah dan sakit yang ada


Kujadikan obat pelipur laraku


Ketika kau pergi saat kuyakin akan cintamu


 


 


Seperti angka satu, kucoba menaungi rasa


Agar cinta senantiasa terbina


Tetap bertahan terhadap segala goda


 


 


Seluas angka satu, kusisakan maaf untukmu


Tatkala emosi menguasai diri


Hati takkan pernah berpaling darimu


Karena rasa di hatiku tersisa hanya untukmu


Dan selamanya hanya untukmu


 


 


Saat pagi menjelang


Sebongkah hati terbangun dari mimpi


Embun pagi yang basah menyejukkan hati


Memberikan rasa damai


 


 


Tak terasa waktu terus berputar


Ternyata telah lama aku sendiri dalam kekosongan hati


Berkhayal tentang cinta yang identik dengan pink


Mencari di mana kini tambatan hatiku


 


 


Kini di sampingku terlihat ada pundak yang terpaku


Tak kusadari aku telah bersandar pada pundak itu


Kekasih yang aku tunggu hadir bawakan aku rindu


Bersama secercah asa


Tentang cinta bernuansa pink


 


 


Aku berusaha tuk menghitung waktu


Berharap detik ini tak meninggalkan aku


Agar pundak itu tetap jadi sandaranku


Agar cinta itu tetap jadi milikku


 


 


Meski dalam kesibukan


Kucoba melukis bayang wajahmu di benakku


Agar saat gelap datang bisa kulihat senyum manismu


Kucoba melukis melalui pancaran hati


Betapa rasa ini takkan terganti


 


 


Sejuk embun di pagi hari


Tak sebanding dengan sejuknya hati


Tatkala kurengkuh dirimu di pelukku


 


 


Manisnya secawan anggur rindu


Tak sebanding dengan senyum manismu


Entah dengan apa harus kulukiskan hati yang merindu ini


 


 


Keindahan dan kehangatan cinta ini


Telah membuatku terpana


Dan tak mampu lagi


Untuk melukiskan suasana hati


Suasana rindu yang tak bertepi


 


 


Di balik foto jari ini menari


Yah


Tak hentinya jemariku menari


Di balik foto yang penuh dengan kenangan kita


Serpihan kisah syahdu


 


 


Teruntukmu sang idola hati, aku merindu


Jauh sudah aku berjalan di lorong hatimu


Terlanjur jauh


Hingga kini tak kutemukan jalan kembali


Akankah aku selamanya mendiami sudut ini?


Sudut tersunyi di hatimu ini?


 


 


Aku menepis segala burukmu


Aku menghapus segala salahmu


Aku melengkapi segala kekuranganmu


Aku menyusun retakan hatimu


 


 


Aku


Ibarat mozaik yang kini terluka


Karena merindu oleh waktu


Aku begitu membutuhkanmu


Aku begitu merindukanmu


Malaikat hatiku


 


 


Sesungguhnya diriku memiliki hatimu


Walau bimbang mewarnai hidup


Walau kau di sana dan aku di sini


 


 


Apalah arti cinta


Jika tanpa pengorbanan


Dilemma muncul dalam jiwa


Ternyata


Meski kita saling cinta


Namun tak dapat bersama


Karena suatu alasan yang tak kita harapkan


 


 


Redupkah cintaku?


Tidak ... aku tetap mendambakanmu


Walau kita telah terpisah oleh jarak dan waktu


Ku tetap mencintaimu sepanjang jalan hidupku


 


 


Apakah aku sakit?


Jujur iya ... tatkala kita terpisahkan


Namun ... aku kan bahagia jika kau bahagia


Aku kan lega bila melihat senyummu


Dan ku kan tetap mencintai kau yang sangat kuinginkan.