HANZIE

HANZIE
Perjanjian


Hana datang dari dapur membawa kopi dan dilihatnya kenzie duduk diruang tamu namun fokus pada laptopnya.


'ini ka,kopinya' sembari menaruhnya dimeja dekat sofa yg diduduki suaminya itu.


Kenzie hanya melirik sesaat Hana, enggan menjawabnya.


'ini tolong kamu baca dan tanda tangan' ujar Kenzie menyodorkan berkas saat melihat Hana memutar tubuhnya hendak berlalu dari ruang tamu.


'apa ini ka' tanyanya,tanpa menunggu jawab dari Kenzie ia membuka map/berkas itu.


*****


Hana membaca dengan seksama dan setiap kalimatnya begitu menyakitkan, ia tak tau mengapa dia harus ada dalam pernikahan semacam ini.


Untuk apa Kenzie membuat persyaratan seperti ini,padahal sebelumnya Kenzie memaksa Hana,untuk menerima perjodohan ini, ia kira Kenzie memiliki perasaan yang sama sepertinya,namun saat ini semuanya terlihat, bahwa Kenzie hanya tak ingin membuat alm sang kakeknya sedih disana.


Sambil menutup berkas itu, ia memejamkan mata dan menarik nafas sebentar, dan mengangkat kepalanya untuk menahan gerlingan air mata yg ingin jatuh.


'Baik,sudah aku tanda tangani.' ujarnya dengan suara yg lirih namun sedikit tersenyum dan berlalu.


*****


Pagi harinya, Hana membuat sarapan untuk Kenzie dan menghidangkan dimeja makan.


Sesaat setelahnya ia melihat kenzie sedang menuruni anak tangga dengan pakain rapi, pikir Hana ia hendak pergi kekantor.


'Ka ken, aku udh siapin sarapan, ka ken sarapan dulu.' ujar Hana saat ken hendak melewatinya.


'Aku kan sudah bilang, urusin diri masing-masing aja' tegas Kenzie padanya dan berlalu.


Saat Kenzie sudah keluar dan mendengar suara mesin mobil, pecah sudah tangis Hana dimeja makan.


***part kali ini upnya sedikit, karena author lg sibuk bgt miane😞


✓Contact author👇


Instagram: ruthmelianaa***