
bab 19
perpisahan sekolah
hari ini ortua kita pada rapat dan guru untuk rencana kita mau nya perpisahan di pulau Bali
dan kita masih nunggu di luar kelas
dan kami ke kantin buat ngemil sambil nunggu orang tua kita selesai rapat nya
dan berapa menit akhirnya selesai juga rapat nya dan kami langsung datangin orang tua kami
dan kata mereka guru setuju untuk perpisahan kami di pulau Bali dan kami bahagia dan loncat loncat
dan gue pun pulang sama Bagas
setelah sampe rumah gue ganti baju dan lanjut jalan sama Bagas kerena mau beli persiapan untuk ke Bali
*setelah beli persiapan
gue sama Bagas ke kafe yang biasa kami ngokrong dan teman teman,,
kata gue : yang bakal kangen tempat ini
kata Bagas : iya kangen banget nanti
kata gue ; disini tempat kita kumpul²
kata Bagas : nanti kalo lulus, bakal kesini lagi
ko
kata gue : iya sih, tapi susah pasti nanti
pada sibuk masing-masing
kata Bagas : engga usah ngomong gitu
kata gue ; iya iya
dan kita pun pulang Bagas ngantar gue
dan gue langsung tidur kerena besok kita ada perpisahan di sekolah barang Ade kelas dan orang tua
night
,,,,,
,,
dan pagi tiba
gue siap untuk acara perpisahan sekolah
gue berangkat barang mamah dan papah
Bagas barang ibu dan Abah nya
dan setelah sampe sekolah
gue langsung ke belakang panggung
barang teman teman di situ kita belum sedih masih pokus untuk acara
dan nanti kita naik panggung untuk nyanyi*
*kita latihan dulu di belakang panggung
berapa menit kita di suruh sarapan sama Bu tiwi
dan alumni kka kelas tahun kemarin pun juga hadir termasuk bang Fariz
dan adek kelas banyak yang menyumbangkan bakat nya nanti
tiba tiba ada bang Fariz datang dan kejutin kita
kata bang Fariz : dor
kata dayra ; Abang
kata Rafi : untung engga jantungan
kata dayra : tau ah Abang ni, bukan nya
datang assalamualaikum,,
kata bang Fariz : iya iya, assalamualaikum
kata dayra : walaukumsalam,, telat
kata gue : lu mah marah marah terus
kata bang Fariz : tau ah, pulang aja Abang
kata dayra : pulang aja sana,
kata bang Fariz : yaudah Abang pulang
kata dayra : yaudah,, jangan harap chat dan
telepon Abang, day balas
kata bang Fariz : ngambek ni
kata dayra ; tau ah
kata Ara ; apa si lu day sekarang suka
ngambekan
kata dayra : suka gue
kata Bagas ; kalian ini malah ribut
kata Zain ; bentar lagi kita naik panggung ni
dan kita pun naik atas panggung buat nyanyikan lagu wajib Nasional
sangat deg degan
dan kita pun mulai nyanyi kita bawa 4 lagu
dan akhirnya selesai juga
giliran adek kelas untuk menyumbangkan bakat mereka
dan dayra tarik bang Fariz
di situ di lihat semua orang,
dayra tarik bang Fariz ke belakang panggung
kata bang Fariz : apa sih day
kata dayra ; apa sih duduk sebelah kka Vira
kata bang fariz : cuma duduk sebelah aja
kata dayra ; di depan day aja Abang barani
apa lagi di belakang day,,
kata bang Fariz : day nuduh Abang genit²
kata dayra : iyaa
dan bang Fariz cabut dan duduk sama bang Raka
kata dayra : bang
dan dayra duduk di sebelah gue
kata gue : kenapa lagi sih
kata dayra ; engga tau
dan bang Raka tanya ke bang Fariz
kata bang Raka : kenapa si lu
kata bang Fariz ; biasa dayra suka cemburuan
kata bang Raka : sabar aja, cewek emang gitu
kata kka Arum ; gitu gimana
dan bang Raka diam
dan acara pun udah selesai
kita pun bantu dayra dan bang Fariz baikan para cewek ajak dayra ke dalam kelas dan para cowok ajak bang Fariz ke dalam kelas
dan kami kunci pintu nya
di situ dayra diam bang Fariz diam kami ngintip di balik jendela
kata dayra : bang
kata bang Fariz : ya
kata dayra : maafin day
dan di situ bang Fariz marah²
kata bang Fariz : Abang capek day, day selalu
kaya gini,,
kata dayra : kan dayra udah minta maaf
kata bang Fariz ; iya ini minta maaf, nanti
ngulang lagi kaya gini
kata dayra ; apa sih susah nya terima maaf
dayra
kata bang Fariz ; kamu tu dayra udah gede
bukannya dayra yang dulu
dan di situ dayra diam dan air mata dayra jatuh
kata bang Fariz : engga usah nangis depan
Abang
di situ dayra nangis
kata bang Fariz ; Abang malu day, selalu di
ejek sama teman² Abang
kata dayra : ejek apa coba
kata bang Fariz : takut sama dayra, selalu
kata dayra ; Abang Fariz malu
kata bang Fariz : bukan gitu
kata dayra : bilang dari dulu kalo malu sama
dayra, supaya day engga suka
sama bang Fariz
kata bang Fariz : kamu emang gini,
kata dayra ; gini apa
kata bang Fariz : selalu aku yang salah
kata dayra : emang lu yang salah
dan di situ bang Fariz engga kuat
kata bang Fariz ; kita putus
dan dayra mendekati Fariz dan tiba² tangan dayra menampar wajah bang Fariz
dan di situ nangis sekencang kencangnya
kata bang Fariz : maafin Abang,
dan bang Fariz simpan sebuah kotak kecil berwarna putih di tangan day
kata bang Fariz ; ini kado untuk day, dan
traktir dari Abang, semoga
dayra lulus ya,,
dan bang Fariz elus kepala dayra
kata dayra ; pergi
dan bang Fariz peluk dayra
kata dayra ; lepas, gue engga kenal lu siapa
dan bang Fariz pun pergi
dayra masih di dalam kelas
cowok² kejar bang Fariz
cewek² tetap nungguin dayra
kata Ari : bang
kata Bagas ; bang Fariz stop
dan bang Fariz pun berhenti
kata Zaki : bang kesian dayra
kata bang Fariz : lu pada engga ngerti jadi
gue, dayra makin aneh²
sekarang, cemburuan lah
suka marah², suka nuduh²
kata Dio : kita kan sama bang, sifat pacar
kita emang kaya gitu dari dulu
kata bang Fariz : Abang tau, Abang tu sayang
. bangat sama dayra,, cuma
Abang pengen dia jadi
dewasa,, cara ini lah, supaya
dia sadar
dan bang Fariz pergi
kata gue : day
kata dayra : gue putus sama dia bil
dan gue pun langsung peluk dayra
teman lain nya ikut peluk dayra
kata dayra : dia gampang banget bilang
putus ke gue
kata Inna ; dayra kamu sabar ya indah pada
waktunya ko
dan kka Vira datang
kata kka Vira : selamat ya atas putus nya lu
Fariz
dan dayra pun langsung berdiri
kata dayra ; apa maksud lu
kata kka Vira : beri selamat buat lu
dan dayra pun langsung napar kka Vira,,
kka Vira langsung dorong dayra sampe kepala nya kena meja,
dan di situ dayra sesak nafas
kata kka Vira ; maka nya jangan berani sama
gue
dan Ara pun tarik rambut kka Vira
kata ara ; rasain
kata kka Vira : lepas engga
kata Ara ; engga bakal
dan gue teriak minta tolong
kata gue ; tolong!!!
dan para cowok dengar bang Fariz juga dengar pas di parkiran
kata Rafi : suara Billa
mereka langsung berlari buat datangin kami
bang Fariz juga lari²
kata Bagas ; dayra kenapa
kata gue ; engga tau tadi kka Vira dong
dayra sampe kena meja kepala nya
dan Zaki langsung tarik Ara
kata Zaki : yang lepas
dan kka Vira langsung tarik rambut Ara
dan di situ Zaki dorong kka Vira
kata kka vira : untung ada cowok lu,, kalo
engga lu gue habisin
kata Ara : sini lu
kata Zaki : udah kata ku udah
dan bang Fariz datang
bang Fariz kaget
kata bang Fariz : day
dan bang Fariz peluk dayra
kata bang Fariz : maafin Abang day
dayra makin sesak nafas
kata dayra : pergi gue benci sama lu pergi
kata bang fariz : day kenapa muka kamu day
kata dayra : bilang ke pacar baru mu, engga
urusin hidup aku, dan lu engga
usah datang lagi ke hidupan gue
dan di situ dayra langsung dorong Fariz
dayra cabut naik angkot
kata bang Fariz ; siapa sih maksudnya pacar
baru gue
dan kami semua tunjuk ke kka Vira
kata bang Fariz : Vira
kata gue : iya
di situ bang Fariz marah² ke Vira
gue pusing dengan ini semua kapan sih semua nya damai
dan kami pun pulang
aku di antar sama bagas,,,
gue langsung masuk kamar dan memikirkan semua mesalah tadi di sekolah kerena bingung,
dan gue nonton video perpisahan tadi dan vlog² selama kami masih sekolah dan liburan di Ancol berapa hari dan vlog ke Kalimantan,, jadi nangis sendiri aku lihat kenangan bakal pudar kerena akan berpisah, kerena mungkin nanti kami kuliah berbeda daerah,,,
dan hari semakin malam gue pun ketiduran
night 💕 dan*